Servo Railway, Mulai Bangun Jalur Kereta Khusus Angkutan Batubara

Rabu, 19 September 2018
Ground breaking pembangunan jalur kereta api khusus batubara.

Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan bersama Servo Railway, perusahaan penyedia jasa logistik perkeretaapian batubara resmi melaksanakan ground breaking pembangunan jalur kereta api khusus batubara di Desa Menanti, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muaraenim, Rabu (19/9/2018).

Dalam kesempatan itu Alex Noerdin mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi dengan dibangunnya jalur kereta api khusus untuk angkutan batubara ini. Semua ini akan berdampak positif, mengingat Sumsel memang potensi sumber daya batubara yang cukup banyak.

Read More

“Kita tahu bahwa separuh sumber daya batubara di Indonesia berada di Sumsel. Potensi sumber daya batubara di Sumsel sebesar 21 miliar ton. Dengan adanya  jalur kereta khusus ini diharapkan bisa meningkatkan volume produksi dan kelancaran angkutan batubara,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Komisaris Servo Railway Widhi Hartono mengungkapkan investasi pembangunan proyek yang bernilai Rp45 triliun itu akan dilaksanakan dalam dua tahap. Rencanannya Servo Railway bakal melakukan konstruksi pembangunan proyek rel sepanjang 150 kilometer (km) di Sumsel dimulai November.

Dengan area wilayah operasional yang bakal dilintasi jalur kereta api khusus batu bara itu meliputi Kabupaten Muaraenim, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Ogan Ilir. Untuk tahap pertama berupa sistem jalur ganda (double track) yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2020.

Kemudian, bakal ditingkatkan menjadi jalur ganda rangkap (double double track) dengan target beroperasi pada akhir 2024. “Diharapkan hadirnya proyek ini merupakan jawaban atas problem backlog logistik batu bara di Sumsel,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Widhi menerangkan proyek kereta api khusus batubara merupakan proyek strategis yang secara signifikan akan memberikan andil besar dalam menggerakkan perekonomian nasional, khususnya di sektor energi.

Servo Railway menargetkan bisa mengangkut batubara milik perusahaan afiliasi sebanyak 50 juta ton pada tahun pertama operasi. “Peningkatan kapasitas jumlah tersebut secara bertahap akan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan energi batu bara ke depan,” ujarnya.

Ditambahkannya dengan jalur ganda rangkap, kapasitas angkut Servo Railway mampu mencapai 200 juta ton batu bara per tahun. Saat ini, perusahaan yang merupakan afisiliasi dari Servo Group itu melakukan konsolidasi untuk mengintegrasikan kesiapan semua pihak terkait untuk merealisasikan proyek ini sesuai target.

Konsolidasi dilakukan antara Servo Railway, dalam kerangka kesepakatan awal dengan para calon kontraktor utama, subkontraktor, maupun vendor dari dalam dan luar negeri. Widhi menyebutkan pihaknya menggandeng antara lain PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Sementara itu, Kepala Divisi Regional III PT KAI Hendy Helmy menyatakan pembangunan Servo Railway akan memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan kapasitas angkut batu bara pada Jalur Tanjung Enim Baru-Tarahan. “Jalur ini bisa memangkas jarak dari 409 km jadi 349 km, dan waktu tempuh dari semula 12 jam jadi 9 jam dari Tanjung Enim Baru—Kertapati dan Tarahan,” ungkapnya.

Sinergi antara perseroan dengan Servo Railway diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada daerah maupun Indonesia secara keseluruhan. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts