Sempat Viral di Medsos, Dua Kakak Beradik Yatim Piatu Ini Sudah Dirawat di RSUD Gelumbang Muaraenim

Rabu, 22 April 2020
Daluna (27) dan Rohima (24) saat menjalani perawatan di RSUD Gelumbang

Muaraenim, Sumselupdate.com – Dua orang anak yatim-piatu, warga Dusun II, Desa Sebau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan ditemukan kelaparan dan videonya sempat viral di medsos.

Keduanya ditemukan anggota Polsek Gelumbang dan Babinsa Koramil 404-01 Gelumbang saat melakukan bakti sosial membagikan sembako terkait pandemi virus Corona, kemarin.

Read More

Hari ini Rabu (22/4/2020), kedua kakak beradik Daluna (27) dan Rohima (24) sudah dibawa unsur Tripika Gelumbang untuk dirawat di RSUD Gelumbang.

Keduanya dilarikan ke rumah sakit lantaran kondisinya kurang sehat dan diduga mengalami keterbelakangan mental.

Unsur Tripika Gelumbang yang membawa kedua kakak beradik malang ini adalah  Camat Gelumbang Syarkowi, SSos, Danramil 404-01 Gelumbang, Mardin, SE, Kapolsek Gelumbang AKP Priyatno, SH, SIK, dan Kepala UPTD Puskesmas Gelumbang Musadat, SKM, ikut serta Ponira, SH.

Kemudian, anggota DPRD Kabupaten Muaraenim serta TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Kecamatan Gelumbang, H Amrullah, SIp, dan Kepala Samsat Muaraenim II Gelumbang, Agus Firmansyah, SE.

Daluna (27) dan Rohima (24) saat dirawat di RSUD Gelumbang.

 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muaraenim Drs Bakti melalui, TKSK Kecamatan Gelumbang, H Amrullah, SIp, menjelaskan, kedua kakak beradik ini salah satu keluarga menerima manfaat PKH dan BPNT dengan nama pengurus katagori nomor peserta 16030901004973 anggota yakni Amaladi (bukan kategori), Daluna (ketagori disabilitas mental), dan Rohima (katagori disabilitas mental).

“Kalau informasi mereka tidak mendapat bantuan sama sekali dari pemerintah itu hoax dan tidak benar,” kata Amrullah.

Menurutnya, mereka itu memang yatim piatu, dan mereka empat bersaudara, yaitu Amaladi (29), Daluna (27), Rohima (24) dan Ilhami (19).

Mereka adalah anak dari Yusupi (almarhum) dan Siti Halimah (almarhumah) semuanya warga Dusun II, Desa Sebau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim.

Amrullah mengungkapkan, Ilhami diadopsi oleh salah satu warga di Desa Sebau dekat tempat tinggalnya, sedangkan ketiga orang lainnya tetap di rumahnya yang merupakan rumah bantuan dari pemerintah desa dan warga setempat.

“Mereka selain masuk di KPM jaring pengaman sosial yaitu PKH dan program sembako, mereka juga mendapatkan bantuan program bapak Bupati yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk anak yatim piatu dan lansia terlantar setiap bulannya, berhubung mereka cacat mental ada perwakilan dari pihak keluarganya menerima bantuan tersebut untuk mereka,” katanya.

Kapolres Muaraenim usai menjenguk Daluna (27) dan Rohima (24) di RSUD Gelumbang.

 

Kepala Desa Sebau, Supriyadi, juga membantah jika keduanya terlantar. Menurutnya, mereka sudah lama mendapatkan bantuan, dan setiap ada bantuan mereka mendapatkannya, baik itu PKH, BPNT dan bantuan lainnya.

“Bahkan para tetangga mereka juga sering memberi mereka, baik makan maupun pakaian, dan itu rumah juga hasil dari program bedah rumah pemerintah. Mereka mengalami keterbelakangan mental,” kata Kades.

Tangkapan layar video Daluna (27) dan Rohima (24) yang ditemukan kelaparan.

 

Kapolres Muaraenim AKBP Donni Eka Syaputra, SH, SIK, MM pun langsung menyambangi dan meninjau langsung ke RSUD Gelumbang, terkait dengan adanya warga Gelumbang yang kelaparan.

Kepada Sumselupdate.com, Kapolres menjelaskan, jika keduanya sekarang sudah dirawat di RSUD Gelumbang. Mengenai berita jika kedua orang ini terlantar, Kapolres mengklarifikasi bahwa itu tidak benar.

“Karena mereka sudah mendapatkan bantuan-bantuan baik melalui program pemerintah maupun dari warga sekitar, namun karena mereka keterbelakangan mental jadi mereka mungkin pada waktu kemarin kita bagikan sembako melalui anggota kita memberikanya, dia menanyakan nasi dan lapar, itu kemungkinan pada saat itu mereka belum makan siang, ini juga menurut adiknya yang bernama Ilhami dan ibu asuhnya, mengatakan mereka setiap hari dikasih makan, dan di rumahnya memang tidak ada tempat untuk masak dikarenakan mereka dalam keterbelakangan mental, takutnya ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Masih kata Donni, menurut keterangan mereka ini sudah mendapatkan seperti bedah rumah oleh pemerintah Dinas PUPR Kabupaten Muaraenim pada tahun 2016.

“Mereka ini biasa dikasih makanan instan siap saji atau nasi yang sudah siap dimakan jadi mereka setiap orang datang mereka secara spontan mengatakan ‘bawa nasi dak pak, kami lapar’. Karena mereka hanya tahu kalau orang datang mau memberi makan,” imbuhnya. (vir)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts