Laporan: Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Christina Ramulis (27), perawat RS Siloam Sriwijaya sempat ingin berhenti menjalani profesinya pasca-penganiayaan yang dialaminya.
Trauma mendalam terlihat dari wajah perempuan yang tinggal di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Keinginan Christina Ramulis dikatakan langsung Ketua PPNI Sumsel Subhan saat dirinya menjenguk korban.
“Kita ketemu Ibu Christina saat berkunjung menjenguknya dan ibunya berkata dia mengalami trauma yang luar biasa. Apalagi kalau suara pintu dan orang lewat,” ujarnya saat ditemui di RS Siloam Sriwijaya, Selasa (20/4/2021).
Beruntung, tim rumah sakit dan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perempuan Sumsel mampu mengatasi masalah tersebut.
“Gubernur menyampaikan untuk mengawal kasus ini saat ia menyampaiskan kamis dan jumat kemarin,” kata Henny Yulianti, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sumsel.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa telah melakukan assesment awal dan mendapat hasil, di mana korban mengalami trauma yang mendalam.
Dari keterangannya, hingga kini trauma yang dialami Christina sudah mulai membaik.
Sementara itu, Direktur RS Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, dr Bona Fernando mengatakan pihaknya akan memberi waktu yang lebih banyak sampai korban benar-benar siap untuk kembali bekerja.
“Fisik dan psikisnya masih terganggu. Ketika kita tanya kapan ia bisa kembali bekerja. Kapan dia siap. Kita siap menunggu dalam kondisi baik,” katanya. (**)











