Sempat Dirawat di IGD, Pengendara Vario yang Tertabrak KA Babaranjang Meninggal Dunia

Kondisi motor korban yang ringsek usai ditabrak KA Babaranjang dan terseret ratusan meter.

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Seorang pengendara sepeda motor jenis Honda Vario yang sempat selamat dari maut usai  disambar Kereta Api Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) akhirnya meninggal dunia setelah dilakukan perawatan intensif di IGD Rumah Sakit HM Rabain Muaraenim.

Bacaan Lainnya

Diketahui sebelumnya, kecelakaan menimpa  pengendara sepeda Honda Vario dan si ular besi ini sempat heboh di jagat dunia maya, Kamis (25/2/2021) pagi.

Diketahui sepeda motor yang dikendarai Tiormina Manurung (66) seorang pensiunan ASN dan Gina Silalahi (18) sempat terpental, sedangkan sepeda motor yang ditungganginya ringsek setelah terseret KK sepanjang 350 meter.

Peristiwa yang terjadi di perlintasan KA yang terletak di Jalan Perwira tepatnya SMAN 1 Muaraenim KM 0+6/7 Pelitasari, Kamis (25/2/2021) sekitar pukul 11.30 WIB.

Beruntung, saat peristiwa mengerikan tersebut, warga Jalan SMB II, Rt 2 Rw 5, Kelurahan Pasar II, Muaraenim ini sempat selamat dan diduga hanya mengalami luka ringan hingga langsung dilarikan ke RSUD dr HM Rabain Muaraenim untuk menjalani perawatan.

Namun takdir berkata lain. Sekitar pukul 22.00 WIB korban Tiormina Manurung dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan ini bermula saat korban mengendarai sepada motor berboncengan dengan anaknya hendak melintasi rel KA di Jalan Perwira menuju arah SMA 1 Muaraenim.

Mendiang Tiormina Manurung saat disemayamkan di rumah duka.

Sebelum kejadian, dua orang petugas pos perlintasan kereta api yakni Mariansyah (24) dan Ario Wiki Permana (23), telah memperingati korban agar jangan melintasi rel KA karena posisi KA Babaranjang dengan Nomor Lokomotif CC 2051405/1330 membawa 60 rangkaian gerbong sarat muatan batubara tujuan Tarahan Lampung, dimasinisi oleh Mahyudi dan asisten masinis Alex, melaju dari arah Tanjung Enim menuju Muara Gula jaraknya sudah dekat.

Namun peringatan petugas pos perlintasan kereta api tidak dihiraukan oleh korban Tiormina Manurung dan tetap melaju mengendarai sepeda motornya sehingga terjadi kecelakaan.

Saat terjadi tabrakan korban langsung terpental dari atas sepeda motor yang dikendarainya dan mengalami luka robek bagian kepala, memar pelipis mata dan luka lecet dibagian perut. Sedangkan anak korban selamat tidak mengalami luka-luka.

Kondisi sepeda motor korban yang hancur usai terseret KA Babaranjang.

Warga dan pengguna jalan yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD dr HM Rabain Muaraenim untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah sempat dirawat di RSUD H M Rabain Muaraenim korban dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 22.00 WIB, Kamis (25/2/2021).

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti ketika dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut.

“Betul ada kejadian motor menabrak kereta api di km 0 + 6/7 di perlintasan SMA 1 Pelita Sari,” ujarnya.

Terkait kejadian tersebut, kata dia, PTKAI sebagai operator terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk waspada dan tidak menerobos setiap melewati perlintasan kereta api yang dijaga ataupun tidak dijaga, karena untuk keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat itu sendiri.

Selain itu PTKAI terus koordinasi terkait perlintasan sebidang dan pintu perlintasan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan selaku regulator dan pihak terkait lainnya.

“Agar kecelakaan yang tidak dinginkan tidak terulang,” pungkasnya. (dan)

Kondisi sepeda motor korban.
PDIP

PKB

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.