Selama Satu Pekan, 222 Orang Melanggar Disiplin Protokol Kesehatan

Selasa, 29 September 2020
SIDANG-Warga yang terjaring razia protokol kesehatan menjalani sidang di Monpera.

Palembang, Sumselupdate.com-Setelah satu pekan dilakukan razia terhadap pelanggar disiplin protokol kesehatan, Satpol PP Kota Palembang masih menemukan puluhan orang tidak menggunakan masker saat beraktifitas. Terdata sudah 222 orang mendapatkan sanksi dan disidang di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera).

Kabid Penegakkan Peraturan Perundang-Undangan Satpol PP Kota Palembang Budi Norma mengatakan, masih banyak masyarakat melanggar Perwali 27/2020 tentang adaptasi kebiasaan baru. Pelanggar dikenakan sanksi sosial, denda Rp100 ribu sampai Rp500 ribu, bahkan cabut izin usaha.

Read More

“Kita hanya sanksi sosial atau denda dan jika sudah berkali-kali baru cabut izin. Kita tidak memberlakukan sanksi fisik seperti nyanyi lagu Indonesia Raya dan lainnya,” kata Budi, Selasa (29/9/2020).

Ada ratusan orang yang melanggar kemudian mendapatkan sanksi, sedangkan yang mendapatkan teguran pun cukup banyak.

“Sanksi kerja sosial dan denda ada 222 orang, mereka yang ditegur karena menurunkan masker ke dagu dan menyimpan masker di tas atau saku itu juga banyak,” katanya.

Budi mengatakan, dari ratusan orang itu rata-rata mereka meminta sanksi sosial seperti menyapu jalan, membersihkan trotoar jalan dan taman. Sedangkan sanksi denda kisaran mereka kena Rp100 ribu- Rp200 ribu dan sudah terkumpul untuk kas daerah sekitar Rp2,5 juta.

“Kebanyakan yang tidak menggunakan masker ini di jalanan dan mayoritas masih berusia 20-35 tahun. Kita juga razia di pasar dan instansi pemerintahan,” paparnya.

Ia mengatakan, sejauh ini pejabat Pemkot Palembang sudah taat aturan. Jika pun kedapatan yang melanggar, akan dikenakan sanksi. Bahkan, tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan kedua kalinya akan dilakukan pencabutan izin usaha.

“Ke depan kita akan razia ke perkantoran swasta juga. Razia ini akan terus dilakukan dan berhenti sesuai evaluasi dari Walikota, dan akan terus dilanjutkan melihat kondisi zona Covid,” katanya. (Iya).

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts