Palembang, sumselupdate.com – Inflasi Provinsi Sumatera Selatan Juni 2018 tercatat terkendali yaitu sebesar 0,60%(mtm), 2,01% (ytd); 2,93% (yoy) hal itu berdasarkan data yang dikeluarkan oleh pihak BPS, pada senin (02/07/2018)
Manajer Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Rendha Prasetya Kuswono, Selasa (3/7/2018) menyampaikan, realisasi ini tercatat lebih rendah dari rata-rata historis inflasi Idul Fitri 4 tahun terakhir yg sebesar 1,01% (mtm).
Secara tahunan, inflasi Idul Fitri tahun 2018 ini juga tercatat lebih rendah dari historis 4 tahun terakhir sebesar 4,75%(yoy).
Menurut Rendra, terkendalinya inflasi Sumatera Selatan pada juni 2018 tak lepas dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah antara lain:
– Pasar Murah yang tidak terkonsentrasi pada satu wilayah, sehingga pengelolaan ekspektasi inflasi lebih merata.
– Pemantauan harga pasar dengan terus melakukan inspeksi mendadak pasar dan gudang bersama instansi terkait.
– Operasi pasar bersama Bulog dan Dinas Perdagangan untuk komoditas pangan seperti beras, daging beku, daging ayam, dan gula pasir.
– Koordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait kntrol jalur distribusi pangan melalui pemberian prioritas bagi angkutan komoditas pangan strategis pada H-1 Idul Fitri.
– Melakukan pengelolaan ekspektasi masyatakat melalui Iklan Layanan Masyarakat pada media cetak,online, dan elektronik serta melakukan koorinasi bersama 5 lembaga yaitu MUI Sumsel, PBNU Sumsel, Muhammadiyah Sumsel, Yayasan Masjid Agung Plg, Ponpes Aulia Cendekia.
“Ya dapat kami jelaskan, secara tahunan, inflasi Idul Fitri tahun 2018 ini juga tercatat lebih rendah dari historis 4 tahun terakhir yang sebesar 4,75%(yoy). Dan terkendalinya inflasi Sumatera Selatan pada juni 2018 tak lepas dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah,” jelas Rendra.
Adapun Rincian Realisasi Inflasi Sumatera Selatan sebagai berikut:
– Sumsel: 0,60% (mtm); 2,01%(ytd); 2,93%(yoy)
– Palembang: 0,65%(mtm); 2,05%(ytd); 2,94%(yoy)
– Lubuklinggau : 0,19%(mtm); 1,72%(ytd); 2,80%(yoy)
– Nasional: 0,59%(mtm); 1,90%(ytd); 3,12%(yoy)
Sedangkan Inflasi Bahan Makanan
– Palembang sebesar 1,17% (mtm); 4,02%(ytd); 4,44% (yoy)
– Lubuklinggau 0,28% (mtm); 4,60% (ytd); 6,37% (yoy)
Lebih lanjut ditambahkan Rendra, beberapa komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Palembang adalah angkutan udara, angkutan antar kota, cabai merah, sepeda motor, pepaya. Sedangkan untuk komoditas penyumbang deflasi di Kota Palembang adalah bayam, kopi bubuk, ketimun, tongkol, beras.
Selanjutnya untuk Kota Lubuk Linggau, komoditas penyumbang inflasi adalah semangka, daging ayam ras, minyak goreng, telur ayam ras, nila.
Sementara itu komoditas penyumbang deflasi di Kota Lubuk Linggau adalah kentang, tepung terigu, kol putih, tomat sayur, daun singkong. (adm3/dtc)











