Selain Harga Murah, Ini yang Membedakan Vaksin Palsu dengan yang Asli

Jumat, 24 Juni 2016
Ilustrasi

Jakarta, Sumselupdate. com  –Terbongkarnya praktik pembuatan vaksin palsu oleh Mabes Polri menimbulkan rasa senang bagi masyarakat, namun sebagian lagi resah.

Bagaimana tidak, jaringan pelaku yang menjual vaksin palsu sudah menyebar di kota-kota besar. Selain di Bogor, juga di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Lalu bagaimana membedakan vaksin palsu dengan yang aslinya? Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tengku Bahdar Johan Hamid mengatakan, yang sangat mudah membedakannya yakni harga vaksin palsu murah.

Menurutnya, jika membeli salah satu vaksin yang asli harganya sekitar Rp900 ribu rupiah. Sedangkan vaksin palsu hanya sedikit lebih murah dengan selisi Rp200 hingga Rp300 ribu rupiah.

Selain harga murah, ada yang membedakan vaksin palsu dengan yang asli. Tutup vaksin yang asli abu-abu. “Kalau nggak abu-abu berarti palsu. Kalo yang Sanopi kemasannya lebih berkilat, kalau kemasan kacau jangan dibeli. Sanopi juga menjual produknya lewat aplikasi tidak lewat freelance atau eceran. Kalo Biofarma dari jalur-jalur resmi. Yang diamankan ini banyaknya dari jalur-jalur freelance,” tegas Tengku Bahadar Johan Hamid.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak membeli vaksin di tempat-tempat yang tidak resmi atau freelance.

“Jadi harus diingat jangan beli vaksin di tempat yang tidak resmi atau freelance. Dia datang satu kotak harganya murah,” tambahnya.

Johan mengimbau masyarakat agar bertanya saat diinjek vaksin. “Hati-hati dan tanyakan pada RS cukup satu kata, ini belinya di mana? Kalau dari freelance nggak jadi saja,” tutup dia.

Seperti dilansir kini.co.id pada Rabu 22 Juni 2016, Bareskrim Polri membongkar jaringan pelaku pemalsuan vaksin di Tangerang, Banten.

Direktur Tipid Eksus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan para pelaku digerebek di pabrik mereka di Pondok Aren Tangerang Selatan pada Selasa (21/6).

Ada lima orang yang diamankan yakni M, T, A, S, dan L. “Pabrik pembuatan vaksin palsu ini membuat vaksin campak, polio, dan hepatitis B, tetanus, dan BCG,” jelas Agung. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts