Baturaja, Sumselupdate.com – Para siswa dan siswi kelas VIII dan IX SMP Negeri 19 di Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR), Kabupaten OKU, terpaksa belajar di satu ruangan yang di sekat dengan triplek. Ini lantaran banyak ruang belajar yang rusak berat.
Kepala SMP Negeri 19, Hazard SPd mengatakan, untuk menghindari korban pihaknya harus memutar otak dengan menempatkan siswa di laboratorium. Kerusakan ini pun disebutnya sudah cukup lama terjadi.
“Untuk menghindarkan peserta didik dari bahaya, lebih baik kita memanfaatkan ruang laboratorium sebagai tempat belajar,” kata Hazard, Selasa (21/3/2017).
Ia berharap, pihak terkait dapat segera memperbaiki ruangan yang terbengkalai tersebut. Sebab, jika sudah diperbaiki, gedung tersebut bisa dimanfaatkan, karena saat ini sedang kekurangan ruang belajar.
“Kondisinya juga sudah sangat membahayakan para siswa, karena beberapa bagian matrial bangunan tersebut mulai berjatuhan,”imbuhnya.
Dengan demikian, lanjut Hazard yang baru menjabat tujuh bulan ini, dengan adanya kondisi beberapa ruangan yang nyaris roboh tersebut pihaknya selalu mewanti-wanti para siswa dan guru agar tidak melintas di ruangan yang tidak terpakai tersebut.
“Tujuh lokal kondisinya sudah rusak berat. Pintu, jendela dan kusen-kusen sudah lapuk, plafon dan atapnya juga sudah mulai runtuh, maka kita selalu mengingatkan kepada siswa dan guru akan bahaya tertimpa matrial lapuk tersebut,”paparnya.
Lebih jauh dikatakannya, beberapa waktu lalu, sempat didatangi tim dari Universitas Sriwijaya (Unsri) yang ingin melihat langsung kondisi sekolah mereka.
“Semua ini jelas tidak akan nyaman bagi para siswa, namun karena terpaksa tidak ada lokasi lain, ya itulah adanya,” tandasnya. (wid)











