Baturaja, Sumselupdate.com – Tak ada yang berbeda dengan balita lainnya, sepintas Sintia Marbella balita berusia dua tahun ini masih tumbuh dan berkembang seperti balita seusianya yang lain.
Sintia merupakan balita pasangan Arbi Juanda (25) dan Ziza Mustika (21) warga Desa Mendingin Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan yang sejak lahir memiliki kelamin ganda dan dalam waktu dekat harus segera dioperasi.
Namun kedua orang tua Sintia tak banyak memiliki biaya untuk operasi tersebut, apalagi operasi tersebut harus dilakukan di rumah sakit di Palembang. Agar operasi tetap dilakukan, kedua orang tua Sintia mencari donatur.
“Untuk operasi kami mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun untuk biaya kami berangkat ke Palembang belum ada, gaji dari honorer tak cukup untuk biaya operasional selama operasi di Palembang,” ujar Arbi Juanda orang tua balita seusai meminta keperluan di RSUD Baturaja, Jumat (22/2/2019).
Honorer Dinas Pemadam Kebakaran OKU ini juga menambahkan, anaknya tersebut diduga memiliki kelamin ganda sejak lahir, hanya saja pada saat lahir kelamin laki laki belum tampak.
Begitu terlihat jelas hanya sebesar cabai rawit, namun setelah setahun berlalu kelamin yang sebelumnya hanya diduga tanda lahir tersebut, makin membesar dan menyerupai alat kelamin laki-laki.
“Pertama lahir jenis kelamin anak kami ini perempuan dan setelah umur setahun baru terlihat kalau ada kelamin lain tumbuh. Kemudian kami bawa dokter anak dan mereka menyarankan untuk segera dibawa ke Palembang karena kelaminnya mulai membesar,” kata Arbi.
Mendengar harus dibawa ke Palembang dirinya sempat kebingungan karena tak ada biaya untuk pergi ke Palembang, hingga akhirnya ia mengadukan hal tersebut ke kepala desanya yang langsung mengurus BPJS Kesehatan Sintia.
“Kami khawatir makin hari kelaminnya makin besar, sementara dokter sudah menyarankan untuk dioperasi, kalau saat ini kami sudah memiliki kartu KIS untuk berobat tapi kami tak ada biaya ke Palembangnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mendingin, Martambang saat dihubungi membenarkan ada warganya yang saat ini kesulitan biaya untuk operasi anaknya yang memiliki kelamin ganda sejak lahir.
Dia mengaku, pihaknya sendiri sudah mendatangi Puskesmas Mendingin meminta rujukan untuk dibawa ke rumah sakit.
“Kita sudah berupaya agar Sintia bisa segera di operasi, oleh karena itu kita pemerintah desa akan terus mendampingi, namun memang keluarga Balita ini tak banyak biaya selama berada di Palembang,” kata Martambang.
Martambang juga berharap ada donatur yang dapat membantu meringankan beban keluar Arbi Juanda agar segera bisa dilakukan operasi di Palembang.
“Kalau saat ini mereka masih tinggal di rumahnya di Desa Mendingin sembari menunggu ada donatur kita upayakan untuk melengkapi berkas untuk keperluan operasi Sintia,” pungkasnya. (wid)











