PALI, Sumselupdate.com – Kondisi Pasar Inpres di Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dibangun di era 1980-an saat ini sudah usang termakan usia dan di beberapa titik terutama atap bangunan terlihat mengalami kerusakan yang tentunya membuat ketidaknyamanan pengunjung.
Warga pun meminta pemerintah untuk memperbaiki pasar tradisional tersebut agar proses transaksi lancar dan menghilangkan rasa takut bagi pedagang maupun pembeli akan terjadinya hal-hal buruk yang kapan saja menimpa apabila pasar tersebut dibiarkan.
“Sebelum roboh dan memakan korban, kami minta pemerintah baik itu dari pusat, provinsi maupun melalui APBD Kabupaten agar segera diperbaiki, karena pasar ini adalah pusat perputaran ekonomi terbesar di kecamatan Tanah Abang,” pinta Toni Candra, salah satu warga Tanah Abang.
Keluhan warga Tanah Abang, langsung mendapat respon Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI, dan salah satu anggota Komisi II, Hairul Mursalin langsung meninjau pasar tersebut,kemudian memanggil Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) PALI.
“Setelah kami lihat langsung, memang benar kondisi pasar cukup memprihatinkan.Untuk itu kami panggil Disdagprin dan mengusulkan agar pasar tersebut segera di bangun,” ucap Hairul Mursalin.
Sementara itu, Sekretaris Disdagprin PALI, Razulik SH mengatakan bahwa Pemkab melalui Disdagprin akan berupaya membangun pasar Tanah Abang tahun ini.
“Kita akan survei bersama Komisi II dan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) pada Selasa (23/1),dan kita akan usahakan tahun ini dibangun. Karena dari pemerintah pusat akan mengucurkan dana sebesar Rp6 M untuk pembangunan pasar dan anggaran itu sudah ditentukan lokasinya di Desa Betung,” ujarnya.
“Tetapi di desa itu masih terkendala surat hibah.Apabila dalam satu minggu ini tidak bisa diselesaikan surat hibahnya, maka kami akan usulkan untuk dialihkan pembangunannya ke pasar Tanah Abang,” dirinya menambahkan. (adj)











