Palembang, Sumselupdate.com – Pasca direlokasinya pedagang Pasar yang berjualan di marka jalan, kini tempat tersebut muncul polemik yang baru. Diduga dampak dari gratisnya sehingga pedagang membludak ingin berjualan di lokasi tersebut.
“Para pedagang ini harus dipindahkan lantaran permasalahan covid-19 jadi mereka harus jaga jarak. Sebelumnya yang kita data itu 64 pedagang. Namun sampai dengan kemarin ada 110 pedagang yang berjualan disana. Belum diketahui pasti penyebabnya namun bisa jadi ini karena gratis,” ujar Kasi Operasional PD Pasar Lemabang, Fahrudin saat ditemui di kantornya, Jumat (8/5/2020).
Ia mengaku, sangat kualahan mengatur para pedagang yang sampai dengan saat ini memprotes untuk mendaftarkan diri untuk berjualan di Jalan Bambang Utoyo tersebut. Dari catatannya saja sampai dengan saat ini sudah ada 110 pedagang yang sekarang berada di tempat relokasi yang baru. Pada kenyataannya di mata pedagang kebijakan relokasi ini menjadi ladang kesempatan untuk berdagang.
“Sampai dengan siang ini ada lagi pedagang yang mendaftarkan diri totalnya sekitar 165 pedagang sudah termasuk yang bermukim disana. Sebagian juga ada yang kami letakkan ke Javanda dan daerah Akiong,” tambahnya.
Ia mengatakan, baru mengetahui membludaknya pedagang pasar yang berjualan di tempat baru yang diduga dampak dari gratis, fakta lainnya dilapangan ternyata yang mendaftarkan diri berdagang di relokasi tempat yang baru masih ada hubungan darah (keluarga). Sehingga pedagang yang lain belum mendapatkan lapak untuk berjualan haru menunggu instruksinya lebih lanjut.
“Kami mendata saat itu memanggil perwakilan saja dari masing-masing pedagang, tempat relokasi juga dibagi dengan sistim kocang arisan dimana namanya yang keluar disitu, diakan ditempatkan,”jelasnya.
Ia berharap persoalan ini dapat segera terpecahkan menyusul kebijakan dari pemerintah yang kemungkinan akan menyediakan tempat kembali untuk para pedagang ini.
Pantauan Sumselupdate.com, suasana yang tak biasa terlihat di Jalan Bambang Utoyo Kecamatan Ilir Timur II, terlihat puluhan pedagang tampak tumpah ruah berjualan di tengah jalan negara tersebut.
Diketahui sebelumnya aturan penerapan protokol berjualan diterapkan oleh walikota untuk menjaga jarak selama virus berlangsung. Dan benar sejumlah pedagang menerapkan kebijakan tersebut tak lupa mereka menggunakan masker pada saat berjualan.
Nursila (40) satu dari puluhan pedagang mengaku, senang dapat berjualan ditempat yang baru.
“Enak disini, nyama aman, bersih tidak lagi saling berdekatan antar para pedagang,”katanya.
Lebih jauh, pendapatan yang ia dapat di relokasi tempat yang baru tak banyak yang mempengaruhi penghasilannya. Menggunakan masker dan jaga jarak dengan pedagang yang lain sudah ia terapkan, harapannya kebijakan ini dapat berjalan dengan lancar.(ris)











