Palembang, Sumselupdate.com – Sempat dirawat di ICU RSK Charitas Palembang akibat positif Covid-19, akhirnya Bupati Ogan Komering Ulu mengembuskan napas terakhir di usia 69 tahun, Senin (8/3/2021) pagi.
Kuryana Azis meninggal dunia setelah hari dirawat di ICU RSK Charitas. Kendati demikian, baik pihak rumah sakit, keluarga, dan Pemprov Sumsel enggan membenarkan kondisi Kuryana Azis wafat karena terjangkit Covid-19.
“Untuk kepastian Covid-19 belum bisa dipastikan. Kita masih menunggu post mothem dari hasil pemeriksaan terakhir. Nanti sekitar jam 13.00 WIB baru keluar hasil akhirnya. Jadi kita gak bisa katakan penyebab meninggalnya saat ini,” ungkap Gubernur Sumsel, Herman Deru, Senin (8/3/2021).
Deru menuturkan, selama 11 hari dirawat di RS Charitas, kondisi kesehatan Kuryana Azis semakin menurun.
Kuryana Azis sempat membaik dan kemudian mulai mengalami penurunan kesehatan sejak, Minggu (7/3/2021). Barulah pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB, Kuryana wafat.
“Kesehatannya fluktuatif, beliau sempat membaik kita dapat kabar lalu drop,” jelas Herman Deru.
Herman Deru menjelaskan, terakhir bertemu Kuryana Azis saat proses pelantikan yang dilakukan 26 Februari 2021 lalu.
Saat itu kuryana dalam posisi dirawat karena terpapar virus Covid-19.
Saat itu Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (SK Mendagri) untuk pelantikan telah keluar. Jika sesuai rencana Kuryana akan dilantik di Griya Agung Palembang.
Namun, lantaran hasil swabnya positif, maka secara protokoler terjadi perubahan proses pelantikan. Menurut Deru Kuryana dilantik secara virtual dari rumah sakit.
“Beliau punya kormobit hipertensi dan diabetes militus,” jelas dia.
Menurut Deru, hari ini proses pemakaman dan upacara pelepasan sang bupati dilakukan secara protokol kesehatan (Prokes).
Meski belum diketahui apakah sang bupati masih terpapar virus, maka dari itu pelaksanaan dilakukan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
“Kita lakukan semua sesuai prokes. Beliau juga sudah di salatkan. Kita tidak bisa menjustifikasi apakah beliau positif COVID-19. Sekarang sedang dicek ulang,” tutur dia.
Sementara itu, Humas Charitas, Kresna Tuti membenarkan jika selama sebelas hari Kuryana Azis menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Menurutnya, Kuryana Azis didamping satu orang petugas kesehatan yang selalu memonitor di ruang isolasi dan satu petugas dari Dinas Kesehatan.
Sesuai aturan pihak rumah sakit tidak bisa memberikan keterangan penyakit yang diderita Kuryana Azis
“Beliau memang dirawat di ruang ICU isolasi RSK Charitas. Sudah sebelas hari, termasuk waktu pelantikan dilakukan di sini,” tutupnya. (ron)











