SDN Telkom Perlu Perhatian

Senin, 22 Februari 2016
Ruangan kelas SDN Telkom di sekat memakai triplek karena kekurangan ruangan.

Muratara, Sumselupdate.com – SDN Telkom di Dusun IV Desa Simpang Nibung, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) memerlukan perhatian dari pemerintah daerah. Pasalnya untuk proses belajar mengajar kepala sekolah (Kepsek) dan guru harus memisahkan satu kelas menjadi dua kelas memakai triplek untuk proses belajar mengajar. Karena tiga ruang kelas yang dimiliki tidak bisa menampung banyaknya murid yang ingin menimpa ilmu. Hebatnya walaupun keterbatasan ruang kelas niat siswa untuk belajar tidak pernah goyah.

Kepala Sekolah (Kepsek) SD Telekom Mulyadi melalui tenaga pengajar guru kelas enam dan juga alumni SD Telekom Lisnawati ‎mengakui bahwa sekolah tempatnya mengajar hanya memiliki tiga ruang kelas.

Bacaan Lainnya

Tiga ruangan itu tidak mampu menampung jumlah murid. Solusinya sekolah terpaksa menyekat ruangan kelas memakai triplek.

“Walaupun kekurangan ruang kelas, namun anak murid semuanya masuk pagi dan tidak ada masuk siang.” ujarnya, kemarin.

‎Artinya, jadi di dalam satu kelas itu ada dua kelas. Misalnya kelas I dengan kelas II satu ruangan, kelas III dengan kelas VI, sedangkan kelas IV itu dengan kelas V.

“Ya jadi satu kelas itu terdiri dari dua kelas.” jelasnya.

Diceritakannya SD telkom berdiri sejak tahun 1979 dan memilik jumlah murid 95 siswa dan tenaga guru sebanyak enam orang. Dengan kondisi seperti ini jelas prihatin dan merasa kasihan dengan siswa, pasalnya ketika kelas sebelah gurunya menjelaskan dan terpaksa kelas sebelahnya harus diam.

“Sangat prihatin dengan kondisi sekarang dan sekolahnya tidak seperti sekolah yang ada di kota serba kecukupan, sedangkan sekolah disini serba kekurangan, “tuturnya.

Bahkan, masih katanya semenjak dirinya sekolah hingga sekarang, belum ada perubahan sekolah ini dan bahkan belum pernah mendapatkan bantuan.

“Ya semenjak saya sekolah hingga sekarang belum pernah mendapatkan bantuan dan bahkan saya sudah menjadi gurupun di sini.” tukasnya.

Sementara Kadisdik Firdaus mengatakan akan menindaklanjuti persoalan itu, namun nanti akan menurunkan tim untuk melakukan survei lapangan.

“Akan kita tindaklanjuti dan menurunkan tim untuk melihat kondisi sekolah yang dimaksud.” ujarnya.

Dijelaskannya untuk bantuan itu ada dua kategori yaitu dana APBD dan APBN. Nantinya jika dana APBD tidak bisa maka pihaknya akan mengajukan untuk bantuan di APBN dengan menggunakan dana Bansos.

“Nanti kita ajukan, jika dana APBD tidak bisa memenuhi itu, makan bisa diajukan melalui dana APBN. ” jelasnya.

Ia meneruskan pihaknya juga sudah melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang masih kekurangan sarana dan prasarana.

“Kita juga sudah melakukan pendataan dan tidak menutup kemukinan sekolah yang dimaksud sudah terdata.” tukasnya.(one)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.