Inderalaya, Sumselupdate.com – Salah satu mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan diduga menjadi orang dengan pengawasan (ODP) Corona atau Covid 19.
Dia merupakan mahasiswa yang tinggal di Jalan Perumahan Cendrawasih depan SPBU Romi Herton Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.
Tak hanya itu, beberapa hari sebelumnya juga ada satu ODP yang merupakan warga TPI Inderalaya, yang sudah melakukan cek kesehatan ke RSUD Ogan Ilir usai melakukan kunjungan ke Jakarta, namun hingga saat ini dirinya masih sehat.
Informasinya Selasa (24/3) untuk satu ODP yang merupakan mahasiswa Unsri, mengeluhkan demam, batuk, dan flu usai berpergian dari Kabupaten Cianjur. Jabar.
Kemudian berobat ke RSUD Ar Royan Inderalaya kemudian dirujuk ke RSUD Ogan Ilir. Karena diduga belum mendapatkan penanganan yang tepat, dia pun kembali ke RS Ar Royan untuk mendapatkan pemeriksaan berupa rontgen bagian penyakit dalam.
Dari hasil rontgen pria berusia 19 tahun yang mengendarai motor bebek tersebut tidak menunjukkan gejala sesak nafas dan hasil rontgennya cukup sehat.
Akhirnya petugas kesehatan setempat pun memberikan obat untuk mengatasi demam, batuk, dan flu.
Selain itu, dokter menganjurkan agar pasien tidak melakukan aktivitas di luar rumah dan melakukan isolasi mandiri di rumah. Saat diperiksa suhu tubuhnya 37,3 derajat.
Juru Bicara Penanganan Virus Corona sekaligus Kasi Keperawatan RSUD OI Rika Dian Heriyanti membenarkan jika ada satu orang pasien yang merupakan mahasiswa Unsri Inderalaya yang berobat karena demam, batuk, dan flu.
Pasien tersebut melakukan pemeriksaan ke RS Ar Royan kemudian karena di rumah sakit tersebut tidak ada formceklist soal virus Corona, akhirnya dibawa ke RSUD Ogan Ilir.
Namun kemudian sang pasien dibawa kembali ke RS Ar Royan. Berdasarkan screening awal bahwa Ard masih berstatus ODP belum pada tahap Pasien Dengan Pengawasan (PDP) yang harus dirawat di RSUD Ogan Ilir.
“Hasil rontgen dan keterangan dokter spesialis penyakit dalam menyatakan tidak apa-apa dan belum ada sesak nafas. Jadi kita sarankan isolasi mandiri di rumahnya sendiri dan akan kita datangkan petugas medis untuk mengecek perkembangan kesehatannya, dan memang ini sudah berdasarkan SOP. Dia ini memang dari Cianjur yang merupakan garis merah endemi penyebaran virus Covid-19,” katanya.
“Namun berdasarkan SOP isolasi terbaik adalah di rumah, ketika dia menjadi PDP barulah dirawat untuk diisolasi di RSUD Ogan Ilir. Sebenarnya bisa saja ODP diisolasi namun nantinya full rumah sakit. Selain itu satu ODP merupakan warga TPI Inderalaya, saat dicek suhu badan normal 37 derajat, tidak batuk, tidak sesak nafas dan sehat. Dan hal ini sudah kita laporkan ke Dinkes Ogan Ilir. Jadi pastinya kita tangani ODP dengan baik,” tambahnya.
Terpisah, Kabag Kesmas Dinkes Edwar Rahmat mengatakan, saat ini belum menerima laporan soal adanya dugaan ODP Corona.
Namun saat disinggung lebih jauh soal penyebaran virus Corona, ia menjelaskan ada beberapa kategori ODP misalnya menunjukkan gejala batuk, pilek, dan demam.
“Ya memang kalau Cianjur itu daftar merah sebagai endemi. Namun ada tingkatan sebelum sampai ke suspeck maupun PDP, tapi sepertinya ODP ini belum menunjukkan gejala sesak nafas. Sehingga untuk mencegah penyebarannya melakukan sosialisasi mandiri yaitu di rumah saja. Kalau sudah tingkatan PDP baru bisa diisolasi ke RSUD OI, karena sudah ada SOP-nya. Pihak RSUD Ogan Ilir sudah menyiapkan 6 ruang isolasi untuk penanganan virus Corona. Kan ada daerah yang katanya ODP langsung dirujuk ke RSMH Palembang, ternyata rumah sakit penuh sesak, akhirnya hanya sekian yang sakit,” ujarnya
“Padahal rumah sakit adalah daerah kontaminasi yang paling tinggi, sementara rumah adalah tempat paling aman untuk meminimalisir penyebaran virus. Kalau sudah masuk ODP pasti puskesmas akan pantau dan melakukan kunjungan ke rumah. Ini adalah SOP untuk waspada. Yang jelas pastinya ODP kita tangani dengan baik. Saya imbau kepada masyarakat agar menjaga perilaku hidup sehat, jaga jarak aman agar tak langsung berinteraksi, seringlah bercuci tangan demi menghindari sebaran virus Corona,” katanya.
Sementara itu, warga Inderalaya, Yanti mengaku, khawatir dengan maraknya penyebaran virus Corona,
Harusnya, kata dia, petugas kesehatan walaupun masih berstatus ODP segeralah diisolasi, bahkan kalau perlu lingkungan tempat tinggalnya disterilkan dan diberi disinfektan.
“Jangan menunggu status PDP atau bahkan status suspect Corona baru diisolasi atau menunggu ada orang yang meninggal dahulu baru cepat tanggap. Kami sebagai warga sangat khawatir, karena sudah banyak yang tewas karena virus ganas ini,” cetusnya. (hen)











