Santri Positif Corona di Pagaralam Ternyata Habis Pulang Liburan Sekolah dari Palembang

Sabtu, 20 Juni 2020
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam yang juga Sekda Kota Pagaralam, Samsul Bahri Burlian.

Laporan Novrico Saputra

Pagaralam, Sumaelupdate.com – Salah satu santri di Pondok Pesantren (Ponpes) yang di Dusun Kerinjing, Kelurahan Agung, Lawangan, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19, ternyata baru pulang dari Kota Palembang usai libur sekolah usai.

Read More

Rapid test yang hasilnya reaktif dan dilanjutkan swab test di rumah sakit di Kabupaten Muaraenim lantaran santri tersebut akan memulai aktivitas belajar di pesantren setelah libur panjang selama masa pembatasan kegiatan belajar akibat pandemi Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pagaralam, Samsul Bahri, Sabtu (20/6/2020), mengatakan, santri laki-laki usia 16 tahun itu kembali dari Kota Palembang ke pesantren di Kecamatan Dempo Utara Pagaralam bersama 29 santri lainnya.

“Santri itu secara administrasi tercatat sebagai warga Palembang dan orang tuanya juga menetap di Palembang, selama libur dia ada di Palembang,” ujar Samsul dalam keterangan resminya.

Santri tersebut bersama 29 rekannya tiba di Pagaralam pada 14 Juni karena sudah mendekati jadwal belajar kembali.

Namun mengingat Kota Palembang termasuk zona merah Covid-19 saat itu, dan kasus positif Corona paling tinggi di Sumsel, maka Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Pagaralam melakukan tes cepat kepada para santri ini.

Hasilnya didapat satu orang reaktif, lalu tim Gugus Tugas mengambil sampel usap dan mengirimkannya ke RSUD M Rabain Muaraenim. Kemudian pada 19 Juni 2020 hasil uji usap keluar dan menyatakan santri tersebut positif terinfeksi Covid-19.

Setelah dinyatakan positif, menurut Samsul, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pagaralam langsung menjemputnya untuk diisolasi di RSUD Basemah Pagaralam, sementara seluruh pengasuh dan santri lainnya harus menjalani isolasi selama 14 hari.

Sementara berdasarkan pelacakan kontak dari santri itu, didapati 29 orang dan telah mengikuti tes cepat. “Hari ini (Sabtu) hasil tes cepatnya keluar, dan hasil ke-29 santri non reaktif semua,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, diswab testnya santri di ponpes ini lantaran pada Senin (15/6) lalu, karena Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam menggelar pemeriksaan rapid test secara massal di dua lokasi.

Rapid test ini digelar di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam dan ponpes di Dusun Kerinjing, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara.

Dari rapid test yang digelar di Sekretariat DPRD Kota Pagaralam, dari 70 sampel yang diperiksa hasilnya satu Aparatur Sipil Negara (ASN) reaktif.

Namun ASN bersangkutan dalam swab test yang keluar hari ini hasilnya negatif.

Pun sama dengan 30 sampel di ponpes, di mana satu santri hasil rapid testnya reaktif dan hasil swab test kemarin positif. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts