Sambangi Korban Likuifaksi Petobo, Lestari Moerdijat Serahkan Bantuan Sembako

akil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat menyambangi Sekretariat Forum Korban Likuifaksi Petobo di tengah shelter terbesar pengungsian korban bencana Pasigala yang terjadi 28 September 2018.

Palu, Sumselupdate.com — Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyerahkan bantuan 7.000 paket sembako untuk korban bencana likuifaksi Petobo di Sekretariat Forum Korban Likuifaksi Petobo di tengah shelter terbesar pengungsian korban bencana Pasigala yang terjadi 28 September 2018.

“Meskipun tidak banyak kami tetap memberi perhatian. Bantuan ini merupakan hasil gotong royong kita semua untuk memberikan sedikit perhatian kepada pengungsi korban likuifaksi,” kata Lestari Moerdijat usai memberikan bantuan di Petobo Atas, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (2/4).

Bacaan Lainnya

Penyerahan bantuan sembako tersebut bersamaan dengan momentum Rakerwil Partai Nasdem Sulteng pada 2 – 3 April 2021.

Lestari menyebutkan, dirinya sudah mengetahui permasalahan pokok yang dihadapi penyintas Petobo dan ribuan lainnya di Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

“Sejauh ini kami sudah serap permasalahan pokok yang dialami korban likuifaksi Petobo dan ribuan korban lain di Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong. Saya sudah berdiskusi detail dengan gubernur terpilih dan Ibu Ketua DPRD. Saya yakin solusi yang harus dikerjakan negara adalah pemenuhan hak pengungsi khususnya hunian layak bagi korban,” kata Lestari.

“Ini sudah menjadi tugas saya sebagai wakil ketua MPR bidang aspirasi masyarakat dan daerah, mudah-mudahan dengan masukan yang ada bisa diteruskan kepada pemangku kepentingan,” jelasnya.

Dikatakan, persoalan pokok yang terkait dengan hunian layak, yaitu hunian tetap (Huntap) adalah soal ketersediaan lahan. Soal pengadaan tanah ini menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Kita akan lihat, problemnya di soal kesediaan anggaran atau aspek (payung) hukum kepemilikan tanah calon Huntap Satelit, misalnya di Petobo ini. Apa yang menjadi kendalanya? Selanjutnya akan saya sampaikan kepada Pemerintah Pusat. Termasuk soal perpanjangan Inpres No. 10/2019 yang masa berlakunya sudah habis Desember 2020 silam,”papar Lestari.

Kepada para pengungsi Lestari mengharapkan agar tetap semangat dan tawakal. “Saya melihat pengungsi ini pejuang luar biasa. Berjuang sudah melalui bencana pada waktu lalu, ditambah pandemi Covid-19. Sudah dua tahun, pasti mempengaruhi daya tahan fisik dan psikis. Dengan kondisi ini pengungsi masih tetap tegar dan bersemangat,”jelasnya.

Di Petobo Atas ada 1.360 KK korban bencana likuifaksi. Mereka berhasil selamat dari likuifaksi 184,5 hektar dengan 1.055 bangunan rumah dan sekolah di Petobo Bawah. Sejumlah kepala keluarga ada yang memilih direlokasi ke Huntap Tondo.

Namun sebagian besar memilih untuk mendapatkan Huntap di Petobo Atas. Namun, Huntap belum bisa dibangun karena persoalan ketersediaan lahan (masih ada sengketa lahan karena kepemilikan pribadi sejumlah warga). Ini yang masih menjadi masalah di Petobo.(duk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.