Saksi Kunci Kasus Ijazah Palsu Kades Sinar Napalan Penuhi Panggilan Penyidik

Proses Pemeriksaan saksi kunci kasus Ijazah Palsu Kades Sinar Napalan pada Selasa sore (9/2/2021).

Laporan: Alpian Patria Jaya

Muaradua, Sumselupdate.com – Usai diperiksanya tujuh saksi pada beberapa hari lalu, hari ini Polres OKU Selatan kembali memanggil tiga orang saksi yang di mana berdasarkan keterangan dari pihak Kepolisian dari ketiga saksi yang dipanggil ada satu orang saksi yang dianggap sebagai saksi kunci pada perkara tersebut, Selasa (9/2/2021).

Read More

Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap, SIK, melalui Kasatreskrim Polres OKU Selatan AKP Apromico, SH, SIK, MH, saat dikonfirmasi Sumselupdate.com mengungkapkan, “Hari ini penyidik kembali memanggil tiga saksi terkait perkara Dugaan Ijazah Palsu Kepala Desa Sinar Napalan, dimana dari ketiga orang yang dipanggil tersebut masing-masing tersebut adalah, Pertama yaitu salah seorang sebagai pihak yang dirugikan di mana dirinya adalah rival pada saat pemilihan Kepala Desa 2015 lalu dengan inisial MS (43), saksi kedua selanjutnya adalah berinisial S (64) kakak kandung pemilik Ijazah bernama Karni yang diduga dipakai oleh Karzi (Kades terlapor) untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa pada 2017 lalu, serta saksi terakhir adalah berinisial H (33) seseorang yang pertama kali mendapatkan fotocopy Ijazah atas nama Karni sehingga digunakan sebagai bahan pembanding bagi penyidik terhadap Ijazah yang yang digunakan Karzi (Kepala Desa terlapor) pada perkara ini,” bebernya.

Kasar Reskrim AKP Apromico juga menyampaikan, pada perkara ini, setelah meningkatnya status dari penyelidikan ke penyidikan artinya bahwa laporan masyarakat yang dilaporkan ke Polres OKU Selatan tetap berjalan dan ditangani penyidik.

“Tetap kita utamakan praduga tidak bersalah kepada siapapun yang dilaporkan. Entah itu masyarakat biasa ataupun seorang pejabat publik pada setiap perkara, namun walau demikian penyidik pula akan tetap menjalankan tugasnya atas laporan laporan yang masuk dari Pelapor, artinya apa bahwa pelapor dan terlapor memiliki hak yang sama,” imbuhnya.

Untuk kasus dugaan Ijazah Kepala Desa Sinar Napalan ini, sampai Bang Mico panggilan akrabnya, sama seperti Kasus Dugaan Ijazah palsu mantan Kepala Desa Sugihan, yakni sama-sama naik ke tingkat penyidikan dan saat ini kembali dipanggil saksi-saksi yang sudah diperiksa sebelumnya, sekaligus menyita barang barang bukti baik itu yang kita dapat dari Pelapor maupun barang bukti yang penyidik butuhkan dari saksi saksi untuk mengetahui terpenuhi atau tidak unsur unsur pada perkara ini.

“Yang jelas pihak kepolisian akan bekerja dengan caranya sesuai rel rel dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutupnya.

Sementara itu, menurut salah seorang Penyidik Polres OKU Selatan M Taufik SE. mengatakan, “Dari ketiga saksi yang dipanggil pada hari ini ada salah seorang saksi yang dianggap menjadi saksi kunci di mana salah seorang saksi tersebut adalah orang yang pertama kali mendapatkan fotocopy Ijazah bernama Karni,” ungkapnya.

Dari pengakuan salah seorang saksi yang pertama menemukan fotocopy ijazah atas nama Karni tersebutlah sebenarnya satu persatu jalan mulai terbuka dan kronologis perjalanan perkara ini terlihat titik terang.

“Artinya jika kita sambungkan berdasarkan keterangan saksi saksi lain yang sudah diperiksa terlebih dulu semua dapat diungkap dan diselidiki atas adanya Ijazah pembanding bernama Karni (alm) yang diduga dipakai oleh terlapor Kepala Desa bernama Karzi untuk mencalonkan diri pada Pemilihan Kepala Desa pada tahun 2017 lalu,” kata Taufik.

Ia menambahkan, dengan adanya fotocopy ijazah pembanding tersebutlah pihak kepolisian dimudahkan untuk menelusuri perkara ini.

Meski demikian, pihak penyidik akan tetap menjunjung tinggi praduga tidak bersalah pada setiap laporan yang dilaporkan oleh pelapor kepada terlapor untuk semua perkara.

“Serta dengan adanya fotocopy Ijazah pembanding itulah pada akhirnya kami penyidik bisa sampai memeriksa keluarga yang disinyalir pemilik ijazah asli, saksi saksi lain seperti teman sekolah, bahkan sampai ke pihak sekolah di mana Ijazah tersebut di keluarkan,” sebutnya.

“Dan sampai saat ini sudah lebih dari 20 (dua puluh) orang saksi atas perkara ini termasuk Pejabat di Kabupaten OKU Selatan. Itu mengapa sebabnya kami menganggap bahwa satu orang saksi ini adalah sebagai saksi kunci pada perkara ini meskipun pada akhirnya nanti tentu akan kita buktikan di meja hijau saat persidangan,” pungkas Taufik usai pemeriksaan saksi Selasa sore. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.