Sakit Hati Dipecat Kepala Keamanan Pasar, Pedagang Sayur Jadi Sasaran Perampokan

PALI, Sumselupdate.comKepolisian Sektor (Polsek) Talang Ubi berhasil menggulung empat orang pelaku komplotan perampok yang kerap beraksi di wilayah hukumnya.

Bahkan, salah satu dari empat orang yang diamankan, warna rambutnya sudah bermetamorsa menjadi putih semua alias sudah tua.

Bacaan Lainnya

Adalah Mat Sani alias Sani (56), warga Desa Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI yang menjadi kepala dalam komplotan yang berhasil digulung jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi di bawah Komado Ipda Rusli, SH, Selasa (16/8) dini hari.

Sani ditangkap bersama Lias (29) Bram (17), dan Ade (18) di rumahnya masing-masing.

Keempatnya diduga telah melakukan perampokan terhadap Parida (44), seorang pedagang sayur yang akan pulang sehabis jualan sayur.

Dari pengakuan pelaku Sani, bahwa dirinya baru sekali melakukan curas bersama lima temannya, karena kesal dirinya tidak dipakai lagi sebagai kepala keamanan pasar.

“Aku sakit hati Pak, karena aku sudah lama jadi keamanan Pasar, sudah sebulan ini tidak dipakai lagi. Aku ajak teman yang lain yang semuanya masih keluarga,” ujar Sani di hadapan petugas.

Sementara itu, Kapolres Muaraenim AKBP Hendra Gunawan melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondais mengungkapkan, kronologi penangkapan empat pelaku Curas.

“Kejadianya terjadi pada Sabtu (13/8) lalu, ketika korban pulang jualan sayur menggunakan mobil pick up, dan ketika melewati wilayah Desa Sungai Ibul, korban dihadang enam orang pelaku sambil menodongkan Senpira meminta paksa uang hasil penjualan sayur dan handphone. Berkat kerja sama masyarakat serta keterangan korban dan saksi, 4 dari 6 pelaku berhasil kita ringkus,” ungkap Victor, Selasa (16/8).

Dalam kejadian tersebut, lanjut Victor, korban mengalami kerugian sebesar Rp 2 juta dan satu buah handphone.

Namun handphone korban belum sempat dijual dan masih di tangan salah seorang pelaku dan berhasil diamankan.

“Kita amankan juga barang bukti  berupa 1unit handphone merk i-Cherry warna merah, satu pucuk senjata api rakitan jenis kecepek laras panjang, satu pucuk senapan angin rakitan laras panjang, dan 1 bilah parang panjang warna hitam. Para pelaku kita jerat pasal 365 KUHP ancamannya maksimal 12 tahun penjara, sementara 2 pelaku lain masih kita kejar,” jelas Victor. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.