Moskow, Sumselupdate.com – Pemerintah Rusia menegaskan bahwa kebenaran historis mengenai Pembantaian Nanjing tidak dapat dipungkiri. Penegasan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Kamis (11/12).
Pernyataan itu disampaikan menjelang hari peringatan nasional China untuk mengenang para korban Pembantaian Nanjing yang diperingati setiap 13 Desember.
Zakharova mengenang ratusan ribu warga sipil yang dibunuh secara brutal dalam tragedi tersebut. Ia menyebut Pembantaian Nanjing sebagai simbol ketidakmanusiawian dan kebiadaban militerisme Jepang yang akan selamanya terpatri dalam ingatan masyarakat dunia.
Ia menegaskan bahwa fakta historis pembantaian tersebut telah dipastikan melalui putusan Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh serta Tribunal Kejahatan Perang Nanjing. Bersama Pengadilan Nuremberg, putusan-putusan itu menjadi landasan yang tak tergoyahkan bagi tatanan internasional kontemporer.
Pembantaian Nanjing terjadi setelah tentara Jepang merebut kota Nanjing, yang saat itu merupakan ibu kota China, pada 13 Desember 1937. Dalam kurun waktu sekitar enam pekan, sekitar 300.000 warga sipil dan tentara China yang tidak bersenjata dibantai, menjadikannya salah satu kejahatan paling keji dalam sejarah Perang Dunia II.











