Rupiah Tembus Rp17.691 per Dolar AS, Peternak dan Pelaku Usaha di Sumsel Mulai Terpukul

Writer: - Kamis, 21 Mei 2026
Ilustrasi. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada sejumlah sektor unggulan di Provinsi Sumatera Selatan, terutama pertanian, peternakan, dan industri.

Berdasarkan data terbaru pada Kamis (21/5/2026), nilai tukar rupiah sempat menyentuh angka Rp17.691,20 per dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut memicu kenaikan biaya distribusi hingga menurunnya permintaan dari luar daerah yang kini mulai dirasakan para pelaku usaha.

Read More

Pengamat ekonomi Sumsel, Sri Rahayu, mengatakan pelemahan rupiah memicu kenaikan ongkos logistik yang akhirnya memengaruhi distribusi hasil peternakan, termasuk telur ayam.

“Beberapa peternak ayam di Palembang sudah menyampaikan bahwa permintaan dari luar menurun karena ongkos angkut meningkat,” ujarnya.

Menurut Sri, meskipun transaksi harian masyarakat menggunakan rupiah, pelemahan kurs dolar tetap memberikan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi nasional hingga ke tingkat daerah.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pembeli mengurangi permintaan karena biaya distribusi yang semakin mahal.

“Memang transaksi sehari-hari menggunakan rupiah, tetapi pelemahan nilai tukar dolar memberikan dampak terhadap rantai ekonomi sampai ke tingkat daerah,” katanya.

Di sisi lain, Bank Indonesia menilai sektor pertanian masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Sumsel.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih sangat besar terhadap perekonomian daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Sumsel sejak 2025 cukup ditopang sektor pertanian karena Sumsel merupakan salah satu daerah lumbung pangan nasional,” jelas Bambang.

Ia mengungkapkan produksi padi Sumsel pada 2025 mencapai 3,63 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 2,91 juta ton GKG.

Pemerintah daerah juga optimistis produksi padi akan terus meningkat melalui program perluasan lahan sawah yang sedang berjalan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumsel, luas baku sawah meningkat dari 514 ribu hektare menjadi 579 ribu hektare.

Sementara itu, Ketua APINDO Kota Palembang, Gordon Butar Butar, menilai pelemahan rupiah memberi tekanan serius terhadap dunia usaha, terutama industri yang masih bergantung pada bahan baku impor.

“Setiap kenaikan dolar pasti berdampak pada penyesuaian harga barang dan biaya produksi,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar pelaku usaha tidak semakin terbebani.

“Kami berharap pemerintah segera melakukan intervensi untuk mengatasi dampak pelemahan rupiah terhadap dunia usaha,” katanya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts