Rupanya Ini Alasan Dimas Kanjeng Bunuh 2 Pengikutnya

Jumat, 30 September 2016

Surabaya, Sumselupdate.com – Motif di balik pembunuhan yang diduga didalangi pendiri Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi terbongkar. Kepolisian Daerah Jawa Timur menyebutkan sedikitnya ada dua motif yang melatari kematian pengikutnya, Ismail Hidayan dan Abdul Gani.

Motif pertama, kedua pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu dianggap menjelek-jelekkan nama padepokan. “Korban selalu menjelek-jelekkan padepokan,” ujar Kepala Subdirektorat Kejahatan dengan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Taufik Herdiansyah Z di Surabaya, Kamis (29/9).

Motif kedua, kedua korban diduga banyak menyelewengkan uang setoran dari para pengikut Dimas Kanjeng yang dijanjikan bisa digandakan.

Karena kedua korban dinilai menghambat kemajuan padepokan, terangTaufik menirukan pengakuan para tersangka, korban harus dibunuh. Bila mereka tidak dibunuh, modus penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng bakal terbongkar. Pembunuhan kedua korban pun atas sepengetahuan dan perintah Dimas Kanjeng, selaku pengasuh padepokan.

Advertisements

“Adapun perencanaan, strategi, dan eksekutor pembunuhan terhadap kedua korban adalah orang-orang yang masuk struktur tim pelindung padepokan,” ucap Taufik. Tim pelindung itu terdiri atas mantan aparat dan warga sipil.

Dalam pembunuhan Abdul Ghani terlibat sembilan tersangka. Mereka membunuh korban di ruangan tim pelindung Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, 13 April 2016 lalu.

Pembunuhan Abdul Gani dilakukan dengan cara dipukul, dijerat, dan dibekap. Lalu untuk menghilangkan jejak, pada hari itu juga mayat korban dibuang di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah. Sehari kemudian, mayat Abdul Gani ditemukan mengambang di waduk. Dua hari sebelumnya, para pelaku sudah merencanakan dan menyusun strategi pembunuhan.

Sementara pembunuhan terhadap Ismail Hidayah dilakukan enam pelaku, termasuk Dimas Kanjeng sendiri, yang diduga menjadi dalang di balik kasus ini. Mereka ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Mojokerto. Ismail dibunuh di Probolinggo pada 2 Februari 2015.

Para tersangka terancam pasal pembunuhan berencana, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. (shn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.