Rugikan Negara Rp 1,7 Milyar, Kabid Dinas Pertanian OKUS Kembali Jalani Sidang

Rugikan Negara Rp 1,7 Milyar, Kabid Dinas Pertanian OKUS Kembali Jalani Sidang

Palembang, Sumselupdate.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKUS, menghadirkan 13 saksi 12 diantaranya Kelompok Gabungan Petani (Gapoktan) mereka diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Firmansyah selaku Kepala Bidang dinas Pertanian OKUS

Dua tterdakwa Ir Asep Sudarma mantan Kepala Dinas Pertanian dan Firmansyah selaku Kepala Bidang

Bacaan Lainnya

Untuk terdakwa Asep Sudarma belum menjalani sidang pembuktian perkara dikarenakan yang bersangkutan mengajukan nota keberatan (Eksepsi) atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan masih menunggu sidang putusan sela dari majelis hakim pada, Selasa (15/11/2022) mendatang.

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim H Sahlan Efendi SH MH, para saksi kompak mengaku bahwa Pengelolaan Bantuan Dana Bangunan Vertical Driyer padi kapasitas 6 ton dan 10 ton untuk para petani dikelola sendiri oleh terdakwa terdakwa Firmansyah.

Bahkan mereka para Gapoktan setelah pencairan dana mengaku hanya menerima uang lelah dari terdakwa Firmansyah sebesar Rp 5 juta.

“Kami (para gapoktan) hanya menandatangi pencairan dana kemudian uang setelah cair kami serahkan langsung dikantor pak Firmansyah atas arahannya. Kami juga baru mengetahui kalau bantuan tersebut ternyata swakelola setelah diperiksa kejaksaan,” ujar saksi dalam persidangan.

Usai sidang JPU Fatar mengatakan, para saksi ini diperiksa keterangannya untuk terdakwa Firmansyah, sedangkan untuk terdakwa Asep Sudarma masih menunggu putusan sela dari majelis hakim

“Dari fakta persidangan tadi terungkap bahwa pencairan tahap pertama dana bantuan dari pusat itu dipotong oleh terdakwa Firmansyah. Kemudian pencairan tahap kedua itu dilakukan sendiri oleh terdakwa,. Pagu keseluruhan untuk enam Gapoktan sebesar Rp 1,9 miliar. Namun dipotong oleh terdakwa dan masing-masing Gapoktan diberikan uang sebesar Rp 5 juta,” ujarnya.

Seharusnya lanjut Fatar, masing-masing Gapoktan menerima ful bantuan sebesar Rp 300 hingga 200 juta, akan tetapi oleh terdakwa kelompok tani tersebut hanya diberikan uang masing-masing sebesar Rp 5 juta.(ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.