Rintihan Perih Puluhan Korban Kebakaran di Kampung Nelayan Sungsang Banyuasin

Minggu, 3 April 2022
Puluhan warga masih berada di lokasi kebakaran yang melanda Desa Sungsang, Lorong Kerangga, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (3/4/2022).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Suasana ramai dari ratusan warga Desa Sungsang, Lorong Kerangga, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yang tumpah ruah di jalan setapak tempat terjadinya musibah kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 26 rumah berkontruksi kayu, Sabtu (3/4/2022) malam.

Read More

Hari pertama tarawih itu bukan disambut suka cinta menyambut bulan suci Ramadhan, melainkan suara jeritan dan rintihan minta tolong.

Para korban kebakaran memohon kepada Sang Pencipta sembari menangis.

Puluhan warga masih berada di lokasi kebakaran yang melanda Desa Sungsang, Lorong Kerangga, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (3/4/2022).

Pantauan di lokasi kejadian, Minggu (3/4/2022) masyarakat setempat dan korban kebakaran masih tetap berada di tempat kejadian perkara.

Bau hangus dari kebakaran tercium menyengat dan sesekali masih terlihat asap putih bekas terbakarnya puluhan rumah korban.

Tampak juga kulkas, bentor, bekas puluhan tabung gas berubah menjadi besi rongsokan pasca-terbakarnya kampung nelayan itu semalam.

Dari data yang diterima dari Camat Banyuasin II Salinan, setidaknya 41 kartu keluarga (KK) dan 135 jiwa yang menjadi korban jiwa atas musibah kebakaran tersebut, di mana dua di antaranya mengalami luka bakar ringan.

“Diduga berasal dari kompor gas tempat gorengan yang menyambar ke bensin,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menuturkan, api berhasil dipadamkan yang dibantu oleh masyarakat dan sejumlah mobil PBK baik dari darat maupun laut yang padam pada pukul 20.30 WIB.

Aprianti, salah seorang korban kebakaran.

Warga yang banyak didominasi pedagang, nelayan, dan peternak walet ini terpaksa diungsikan ke musholah kecil berukuran 5×10 meter.

Salah satu korban, Aprianti yang tak kuasa menahan rasa tangis melihat rumah sekaligus tempat dirinya dan suami mencari uang, hangus terbakar.

Dia mengaku secara langsung melihat tak ada satu pun harta benda yang bersisa atau yang dapat diselamatkan.

“Kejadiannya begitu cepat saya hanya berpikir untuk menyelamatkan anak sambil menggendongnya keluar rumah,” katanya.

Ia menambahkan hanya sejumlah berkas penting dan baju di badannya yang dapat dirinya selamatkan.

“Sampai saat ini kami belum mandi pak, hanya baju di badan saja yang kami bisa selamatkan,” ungkapnya perih.

Harapannya pemerintah setempat dapat bisa membatu dirinya membangun kembali rumah dan tempat usahanya yang lima tahun sudah dijalankannya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts