Revitalisasi Sungai Bendung Dimulai Oktober, Kolam Retensi Simpang Polda Segera Dikeruk

Writer: - Senin, 28 September 2026

Palembang, Sumselupdate.com – Revitalisasi Sungai Bendung di Kota Palembang ditargetkan mulai memasuki tahap pengerjaan fisik pada Oktober 2026. Tahap awal proyek yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII tersebut akan difokuskan pada pengerukan dan perluasan Kolam Retensi Simpang Polda.

Kolam retensi tersebut menjadi salah satu infrastruktur penting dalam sistem pengendalian banjir di Kota Palembang, khususnya dalam menampung limpasan air saat musim hujan.

Read More

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, saat ini proses proyek masih menunggu penandatanganan kontrak. Ia menyebut proses administrasi telah berada di Kementerian Pekerjaan Umum dan diharapkan segera rampung.

“Progres saat ini tinggal menunggu tanda tangan kontrak. Saya sudah minta Wakil Wali Kota dan Kepala Dinas PUPR untuk mengecek. Saat ini posisinya sudah di Sekretaris Jenderal PUPR, semoga minggu ini selesai,” kata Ratu Dewa, Senin (28/9/2026).

Setelah kontrak ditandatangani, pengerjaan fisik akan segera dilakukan. Salah satu pekerjaan awal yang akan dilakukan adalah pengerukan dan perluasan Kolam Retensi Simpang Polda.

Baca juga: Revitalisasi Sungai Bendung Palembang Dimulai, Bangunan di Sempadan Sungai Tak Dapat Ganti Rugi

“Minggu depannya lagi setelah kontrak itu kolam dikeruk untuk diperlebar, meliputi pembongkaran aset Pemerintah Provinsi Sumsel berupa eks kantor DPMPTS,” ujarnya.

Selain penanganan kolam retensi, revitalisasi Sungai Bendung juga akan menyentuh bangunan milik warga yang berada di kawasan sempadan sungai. Menurut Ratu Dewa, penanganan aset sosial tersebut akan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Palembang dan Sekretaris Daerah.

Ia menegaskan, proses tersebut akan dilakukan secara perlahan dengan mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat terdampak.

Revitalisasi Sungai Bendung mencakup wilayah Kecamatan Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengendalian banjir, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas kawasan di sepanjang aliran sungai.

“Proyek revitalisasi ini ditujukan untuk pengendalian banjir, jadi diharapkan semua pihak termasuk masyarakat bisa memberikan dukungan,” kata Ratu Dewa.

Baca juga: Penanggulangan Banjir, Kota Palembang Butuh Rp800 Miliar Revitalisasi DAS Sungai Bendung

Revitalisasi Sungai Bendung memiliki panjang penanganan sekitar 5,4 kilometer dan ditargetkan rampung pada akhir 2027. Pengerjaannya berlangsung selama dua tahun dan terintegrasi dengan penanganan anak Sungai Seduduk serta Sungai Polda.

Program tersebut juga mencakup revitalisasi empat kolam retensi, yakni Kolam Retensi Polda, IBA, Seduduk Putih, dan Talang Aman.

Secara keseluruhan, proyek pengendalian banjir Sub-DAS Sungai Bendung memiliki nilai investasi sekitar Rp425 miliar yang bersumber dari World Bank. Program ini meliputi normalisasi sungai, pembangunan dan optimalisasi kolam retensi, perkuatan tebing sungai, serta peningkatan kapasitas pompa air.

Seluruh pekerjaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan sistem pengendalian banjir dan mengurangi genangan di sejumlah kawasan Kota Palembang. (Iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts