Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin (28/9/2026) siang.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada pukul 14.00 WIB, tiga wilayah di Palembang tercatat berada dalam kategori sangat tidak sehat. Ketiganya yakni Sukarami dengan indeks 239, Demang dengan indeks 250, dan GP Plm dengan indeks 245.
Sementara itu, wilayah Musi Dua Palembang terpantau berada dalam kategori tidak sehat dengan indeks kualitas udara mencapai 166.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah Palembang masih perlu mendapat perhatian, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan.
Di tengah kondisi udara tersebut, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Palembang.
Sebelumnya, Kasi Kedaruratan BPBD Palembang Muhammad Aryansah mengatakan, proses pemadaman karhutla di kawasan Sematang Borang cukup sulit dilakukan. Kondisi lahan yang kering serta keterbatasan pasokan air menjadi salah satu kendala petugas di lapangan.
Terkait penyebab kebakaran, Aryansah mengatakan pihak berwenang belum dapat menyimpulkan secara final. Namun, berdasarkan kondisi lahan yang terbakar, petugas menduga adanya kemungkinan unsur kesengajaan.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah di sembarang tempat, terutama di lahan terbuka yang sangat rentan terbakar,” kata Aryansah.
Ia menambahkan, meskipun luasan karhutla di wilayah Palembang tidak terlalu besar, Pemkot Palembang masih menyiagakan posko karhutla di sejumlah wilayah yang dinilai rawan, seperti Kertapati, Gandus dan Sematang Borang.
“Saya dapat laporan sampai dengan tadi pagi untuk posko kita tetap jalan, tetapi potensi kebakaran lahan sudah sedikit berkurang,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan kawasan Sematang Borang masih menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena aktivitas karhutla di kawasan tersebut.
Pemkot Palembang, kata Dewa, terus berkoordinasi dengan BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penanganan di lokasi yang masih berpotensi terjadi kebakaran.
“Benar, di wilayah Sematang Borang yang masih tinggi. Makanya saya sudah minta agar BPBD, termasuk Damkar, harus fokus ke sana,” ujarnya.
Pemkot Palembang juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi lahan yang relatif kering dan kualitas udara yang masih buruk.
(**)







