PALI, Sumselupdate.com – Seperti sudah menjadi langganan bagi warga Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI kondisi seperti ini ketika musim hujan tiba. Layaknya seperti Jakarta, desa yang dipimpin Balian sebagai Kepala Desa (kades) itu menjadi langganan banjir ketika musim hujan seperti sekarang.
Tak ayal, intensitas hujan tinggi selama tiga hari terakhir mengakibatkan debit air sungai Lematang meluap dan merendam ratusan rumah di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan hambat aktivitas warga setempat.
Air naik masuk ke pemukiman penduduk setempat yang lokasinya di bantaran sungai Lematang sejak Minggu (25/2/2018) dengan ketinggian air bervariasi antara 30 centimeter sampai 1 meter. “Setiap hujan deras pasti desa ini terendam, karena sungai Lematang meluap. Separuh pemukiman penduduk di desa kami terkena banjir,” tutur Ballian.
Bahkan diakui Ballian tak sedikit, warga yang bertani padi terpaksa memanen lebih awal tanamannya karena takut debit air akan bertambah tinggi merendam tanamannya dan ditakutkan akan mengakibatkan gagal panen.
“Selain rumah, sebagian sawah petani yang ditanami padi hampir panen terendam dengan ketinggian sekitar 30 sampai 50 centimeter. Termasuk lahan sawah milik keluarga kami juga terendam dan kami putuskan memanen padi lebih awal,” akunya.
Sementara itu, Junaidi Anuar, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menghimbau warga agar mewaspadai tingginya intensitas hujan dalam satu pekan terakhir ini, terutama daerah di bantaran sungai Lematang maupun dekat aliran sungai.
“Banjir dan longsor kapan saja terjadi saat cuaca seperti ini. Bukan hanya itu,tiupan angin kencang dan sambaran petir juga kerap terjadi. Untuk itu, warga tetap waspada dan kami dari BPBD tetap siap siaga. Selain mewaspadai bencana banjir dan longsor, warga juga harus tetap jaga kebersihan agar terhindar dari penyakit gatal dan diare pasca bajir terjadi,” sarannya. (adj)











