Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com – Prosesi pemakaman korban tewas dalam kecelakaan Mobil Mitsubishi Pajero Sport dihadiri ratusan pelayat baik itu warga setempat maupun driver ojek online.
Pemakaman jenazah Milawati (45) bertempat di TPU Kandang Kawat, Kelurahan Kandang Kawat Duku, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang berlangsung pada Rabu (16/11/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.
Jasad Milawati dimakamkan dalam satu liang dengan mertuanya, ayah dari suaminya Hendrik.
Tampak sang suami Hendrik (51) driver online, begitu gusar menceritakan sebelum peristiwa terjadi, ia tidak merasa ada tanda-tanda istrinya akan meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.
Namun ia mengaku sebelum hari peristiwa, Ia sudah sempat melarang istri tercintanya untuk berjualan gorengan.
“Tapi dia bilang, masih ingin berjualan,” ucapnya.
Saat kejadian, Hendrik mengaku mendapatkan kabar istrinya menjadi korban tabrakan, ketika baru pulang menarik orderan ojek online.
“Tapi yang dikasih tau itu cuman gerobaknya saja yang ditabrak. Ketika saya lihat ke lokasi, ada yang bilang kalau istri saya sudah dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Begitu shocknya Hendrik, saat tahu istri tercintanya telah meninggal dunia. Ia tak menyangka sang istri telah menutup usia begitu cepat.
“Shock sekali saat tahu,” imbuhnya.
Hendrik menceritakan, almarhumah Milawati meninggalkan tiga orang anak, satu telah bekerja, dua orang lagi masih bersekolah.
Diberitakan sebelumnya, satu unit Mobil Pajero telah mengalami kecelakaan lalu lintas setelah menabrak seorang wanita penjual gorengan dan satu orang pria tukang tambal ban mengalami luka berat.
Diduga kehilangan kendali saat menghindari pengendara motor di depannya menyebabkan, mobil dengan jenis SUV tersebut oleng dalam kondisi kecepatan tinggi dari arah Simpang Empat Pasar Lemabang menuju arah Simpang Tiga Sekojo.
“Pengemudi banting setir ke kiri menghindari pengendara sepeda motor didepannya, pengemudi justru terinjak pedal gas membuat mobil yang dikendarainya oleng dan menabrak,” ucap Kanit Gakkum Polrestabes Palembang Iptu Ar Sikakum saat dikonfirmasi.
Tepat saat di depan Lorong Satria mobil Pajero yang oleng langsung menabrak gerobak penjual gorengan beserta pemiliknya Milawati (45) hingga terpental beberapa meter.
Milawati dinyatakan tewas di tempat setelah mengalami pendarahan pada bagian belakang kepala.
Tak berhenti disitu, mobil tersebut juga menabrak tukang tambal ban Petrus Maria Kristian (38), hingga mengalami patah tulang belakang.
Mobil Pajero Sport itu baru berhenti setelah menghantam tiang listrik dan tiang telkom yang berada di depan kantor lurah dua Ilir, berjarak kurang lebih 10 meter dari posisi penjual gorengan tersebut.
Pasca kejadian, mobil tersebut di pasangkan garis pembatas bertulis Polisi Militer TNI Angkatan Laut.
Proses evakuasi dari mobil tersebut juga terpantau memakan waktu, hal itu lantaran posisi mobil yang tersangkut pada gorong-gorong air.
Setidaknya butuh tiga jam untuk mengevakuasi mobil maut tersebut, dengan mengerahkan dua alat berat forklift.
Bahkan akibat evakuasi yang memakan waktu, juga sempat membuat arus lalu lintas tersendat.
Sementara, saat didatangi di rumah duka, terlihat bendera hijau telah terpasang tepat di lorong milik almarhum Milawati (45), yang berada di Lorong Satria, Jalan RE Martadinata, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang.
Bagong (68) selaku paman korban Milawati mengaku mendapat kabar keponakannya tewas dan sempat di larikan ke RSUD Mohamad Husein Palembang.
Ia pun membenarkan, korban mengalami luka pada bagian belakang kepala.
“Besok sekitar pukul 10 pagi, akan kita kubur di TPU Kandang Kawat,” ucapnya. (**)











