Ratusan Karyawan PT Mitra Ogan Ngadu Ke Dewan OKU

Dengan membentangkan spanduk dan karton karyawan PT Mitra Ogan mogok kerja di halaman pabrik.

Baturaja, Sumselupdate.com – Aksi mogok kerja ratusan karyawan PT Mitra Ogan (PT MO), Karang Dapo Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang dilakukan di halaman pabrik Mitra Ogan berlanjut hingga hari ini, Kamis (15/9).

Puluhan massa dari PTMO yang tergabung dalam Serikat Pertanian dan Perkebunan-Serikat Pekerja seluruh Indonesia (SPP-SPSI) melakukan aksi demo ke Gedung DPRD setempat. Sama dengan aksi kemarin, puluhan massa juga membawa berbagai spanduk dan poster yang berisikan berbagai macam tuntutan.

Kedatangan massa pengunjuk rasa dikawal puluhan personil kepolisian, mereka juga disambut oleh Ketua DPRD OKU Zaplin Ipani dan Asisten I Mirdaili.

Perwakilan massa kemudian masuk ke ruang Banmus DPRD guna dipertemukan dengan pihak manajemen perusahaan. Selain minta dibayarkan sisa dua bulan gaji, ada hal lain yang menjadi tuntutan para pendemo yakni meminta KPK mengusut proyek pengembangan kebun di muba yang menelan biaya sebesar Rp1,2 triliun.

“Dalam prosesnya, pengembangan proyek tersebut berdampak pada kondisi keuangan Mitra Ogan di OKU. Ditambah lagi adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan pihak manajemen, yang  menyebabkan kerugian sebesar Rp145 milyar. Kami minta usut dan audit,” cetus Bawafi didampingi Alwi, dari SPP-SPSI.

Massa mengaku sangat kecewa dengan manajemen. Sebab gara-gara pengembangan proyek (kebun) di Muba itulah, yang pada akhirnya menyebabkan hak-hak karyawan yang ada di OKU tidak terpenuhi.

Menurut Bawafi, dengan dana yang begitu besar dihabiskan, tapi kebun Muba itu tidak jadi. Padahal sebagian dana yang di Muba itu, di dalamnya ada hak-hak karyawan, termasuk tabungan-tabungan kebun pin yang siap untuk di replanting (peremajaan).

Meskipun telah difasilitasi oleh para anggota dewan, tapi pertemuan antara karyawan Mitra Ogan dan manajemen perusahaan tersebut tidak menemui kata sepakat.

Kabag SDM Mitra Ogan, Erwin, bersama petinggi-petinggi Mitra Ogan lainnya terus dicecar oleh para karyawan nya dan anggota dewan. Mereka pun tak bisa bicara banyak tatkala disoal mengenai dugaan penyimpangan dana pengembangan kebun di Muba.

Menurut Erwin, pertanyaan itu di luar konteks. Sehingga hanya ingin membahas pada tuntutan yang pokok saja yakni, soal gaji dan lain-lain. “Kita tidak punya kapasitas menjawab soal dugaan penyimpangan dana dimaksud,” kata Erwin.

Pertemuan tersebut pada akhirnya diskor. Dewan memberi waktu pada pihak manajemen perusahaan untuk menghadirkan direksi sore ini. (yan)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.