Baturaja, Sumselupdate.com – Terkai dengan wacana penanganan Pendidikan Menengah Atas (SMA) diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Sumsel, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Ogan Komering Ulu (OKU) sampai saat ini masih menunggu kepastian.
“Kita masih menunggu. Informasi terakhir kepastiannya pada Desember 2016 atau Januari 2017 mendatang. Sampai saat ini belum ada kepastian. Mungkin masih menunggu keputusan nomenklatus,” kata Kabid Dikjar Disdik OKU, Erwani Santi, SPd, MM, Kamis (18/8).
Jika nantinya, kewenangan penanganan SMA ini kembali ke provinsi, kata Erwani, sekitar ratusan guru PNS yang mengajar di SMA statusnya akan menjadi PNS Provinsi. Namun meski demikian, mereka akan tetap mengajar di OKU.
“Seharusnya memang harus mengajar di Baturaja, OKU. Saya kira tidak mungkin kalau mau mengajar di daerah dan kabupaten atau kota lain. Bukan hanya guru SMA dan SMK negeri saja yang statusnya akan di ambil alih provinsi. SMA dan SMK juga diberlakukan hal sama,” katanya.
Disinggung jumlah guru SMA, SMK Negeri dan swasta, yang ada di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini, Erwani mengaku tidak terlalu hapal. Namun yang jelas, untuk SMA negeri saja di OKU ini ada 17 sekolah. Kalau satu sekolah ada 20 guru PNS saja dikalikan dengan 17 sekolah SMA/SMK negeri, jumlahnya sudah mencapai ratusan. Belum lagi tidambah dengan SMA, SMK swasta, jumlahnya akan lebih banyak.
“Informasi terakhir, kepastian pada Desember 2016- Januari 2017 mendatang,” kata Erwani.
Dengan adanya SMA diambil alih oleh provinsi ini, kata Hj Erwani otomatis seluruh proses mulai dari penerimaan siswa baru dan sebagainya sepenuhnya diambil alih. Disdik OKU sifatnya sebatas koordinasi saja. (Yan)











