Puluhan Peserta Berebut Lolos Pada Program 5.000 Doktor di PPs UIN Raden Fatah Palembang

Kamis, 28 Juni 2018
Suasana pembukaan seleksi beasiswa program 5.000 Doktor di Program Pascasarjana (PPs) UIN Raden Fatah Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Guna menjadikan Indonesia sebagai Pusat Peradaban Islam Dunia, program beasiswa 5.000 doktor besutan Kementrian Agama RI kembali dibuka bagi para lulusan strata dua yang tertantang membedah disiplin ilmu mengenai studi Islam.

Dari 17 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan swasta, Program Pascasarjana (PPs) Universitas Islam Negeri (UIN) terpilih menjadi penyelenggaran program 5.000 Doktor 2018.

Read More

Benar saja, setidaknya 31 para Magister dan Master, bersaing ketat pada seleksi Program 5.000 Dokter 2018 di PPs UIN Raden Fatah dengan konsentrasi Studi Islam Melayu.

Direktur PPs UIN Raden Fatah Palembang Prof DR H Duski Ibrahim, MAg, mengatakan bahwa PPs UIN Raden Fatah Palembang kembali dipercaya Kemenag RI untuk kali keempat sejak tahun 2014.

“Dan kali ini diikuti 31 orang. Ada dari Palembang, Lampung bahkan ada juga dari Surabaya,” ujar Duski Ibrahim disela-sela pemantauan seleksi, Kamis (28/6/2018).

Didampingi Kaprodi Studi Islam Dr H Ahmad Zainuri, MPdI, Duski menambahkan bahwa khusus yang memilih program beasiswa tujuan PPs UIN Raden Fatah Palembang ia menyebut berbeda dengan Universitas lain di Indonesia.

Pasalnya, dalam proses perkuliahan akan ditambah mata kuliah metodologi, bahasa arab dan bahasa Inggris.

“Karena mata kuliah itu sangat penting. Dan para doktor harus memiliki kapabilitas itu di era saat ini. Sehingga diharapkan para lulusan akan lebih maksimal secara knowledge,” harapnya.

Sementara itu dikatakan Kepala Subdit Ketenagaan Diktis Kemenang RI Dr Syafii, M Ag, mengatakan UIN Raden Fatah Palembang merupakan satu di antara 17 yang ditunjuk menjadi penyelenggara Program 5000 Doktor 2018 selain UIN Aceh, Sumut, Riau, Padang, Lampung dan sejumlah pulau Jawa seperto Jogjakarta, Surabaya, Jember dan lainnya.

“Kita punya 28.000 dosen agama di Indonesia dan sekitar 50 persen yang baru doktor. Sementara target jangka panjang kita adalah Indonesia menjadi pusat studi Islam dunia dan pusat Peradaban Islam dunia,”terangnya.

Melalui hal itu lanjut Syafei, hal yang paling mendesak adalah SDM sehingga lahirlah Program 5000 Doktor yang dipelopori Kemenag RI bagi PTKIN dan swasta. Sehingga para peserta benar-benar menjalani serangkaian tes yang nantinya akan mulai perkuliahan pada awal September 2018.

“Tes hari ini adalah tertulis yakni potensi akademik, bahasa arab dan bahasa Inggris sedangkan besok tes wawancara,” pungkasnya. (sbw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts