Palembang, Sumselupdate.com – Direktur Utama Bank Sumsel Babel (BSB) Achmad Syamsudin dan istri Wina Ramadiana dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19.
Sekretaris Perusahan BSB, Norman Akil membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, Achmad Syamsudin dan istri dinyatakan positif dalam pernyataan lisan belum dalam bentuk tertulis.
“Iya RS Siloam kemarin malam menyatakan positif tapi baru lisan dan masih menunggu surat resmi dan tertulis belum keluar dari rumah sakit ataupun dari gugus tugas,” ujar Norman, Jumat (17/4/2020).
Norman mengatakan Achmad Syamsudin dan istri positif Corona merupakan impor karena baru pulang dari Jakarta belum lama ini.
“Ke Jakarta karena ada urusan keluarga menjenguk mertuanya atau ayah dari Wina yang meninggal dunia.
Tiga hari pulang dari Jakarta tidak pernah masuk kantor lagi karena menerapkan bekerja dari rumah. Sesuai protapnya memang cegah masuk kerja jadi di rumah saja sejak tiga hari lalu,” jelasnya.
Hingga kini keduanya dalam pengawasan medis dan isolasi mandiri sendiri di rumah dengan tetap diawasi dokter dan harus rutin minum obat tiga kali sehari.
Dari informasi didapat jika Dirut BSB Achmad Syamsudin merupakan satu dari 17 orang yang diumumkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel. Achmad Syamsudin laki-laki berusia 55 tahun berdomisili di Palembang.
Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel, dr Zen Ahmad mengatakan, ada 17 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumsel.
Dari 17 orang yang positif Covid-19 tersebut, 15 orang di antaranya merupakan warga asal Palembang. Sementara satu warga berasal dari Kabupaten Banyuasin dan satu orang lagi merupakan warga asal Bandung Jawa Barat.
“Sampai hari ini sudah ada 54 orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Sumsel. Penularan ini dari orang perorang. Karena satu orang beresiko menularkan,” kata Zen Ahmad.
Menurut Zen, warga asal Palembang dan Kabupaten Banyuasin yang terkonfirmasi positif merupakan kasus lokal. Sedangkan warga positif yang berasal dari Bandung Jawa Barat merupakan kasus impor.
“Untuk kasus Palembang tersebut memang lokal. Ada kaitannya dengan kasus di Palembang yang sebelumnya. Dengan kata lain, itu didapat setelah tim melakukan tracking,” tuturnya.
Secara otomatis, lanjutnya, Kota Palembang akan berlabel zona merah. Hal itu, mengingat banyaknya warga yang terpapar Covid-19 dengan kasus lokal.
“Jadi grafiknya memang ada warna hijau yang artinya belum terpapar. Kuning berarti ada kasusnya tapi sedikit, namun bisa juga kasus impor dan belum menularkan. Dan merah artinya ada kasus transmisi lokal di daerah tersebut. Saat ini Palembang otomatis zona merah,” tegasnya.
Dia menambahkan, 17 pasien tersebut beberapa orang akan dilakukan perawatan di rumah sakit.
“Namun ada 14 warga yang positif tersebut kategorinya orang tanpa gejala. Artinya memang memiliki gejala ringan. Orang yang memiliki gejala ringan tidak harus dilakukan perawatan di rumah sakit. Isolasi mandiri dengan pengawasan ketat bisa dilakukan, tapi akan kita evaluasi lebih dulu,” tegasnya.
Sementara itu, saat ini ada 4 orang yang telah dinyatakan sembuh dan yang meninggal dunia ada 3 orang termasuk pasien nomor 37 yang kemarin baru saja dikonfirmasi positif oleh Gugus Tugas Sumsel.
Sedangkan, ODP sampai saat ini setidaknya tercarat ada 2338 orang Dimana 1797 ODP telah selesai pemantauan dan 541 ODP masih dalam pantauan. Lalu PDP ada 88 orang, 58 orang dinyatakan negatif dan 29 orang masih dalam proses.
Untuk sampel yang diperiksa sampai dengan hari ini berjumlah 269 sampel. 54 dinyatakan positif, 98 dinyatakan negatif dan 117 masih dalam proses. (ron/rel)











