Karya: Solehun*)
Kota Perjuangan
saat tersapa
tugu selamat datang di Pagaralam
Kota Perjuangan
ada pesan tersemat
semangat juang dan cermat
mesti dihelat
agar Liku Endikat terlalui dengan selamat
saat Pagaralam tersebut Kota Perjuangan
memori pun tertuntun sejarah menawan
betapa di sini terlahir banyak pejuang
yang tertempa di Giyugun
yang berhimpun di Barisan Rakyat
saat menjejak kaki di Pagaralam
siapa pun mesti tersadar
betapa republik ini berdiri
berkat tumpah darah pejuang
yang mewariskan teladan
prestasi dan kesederhanaan
yang semua itu menjadi sia-sia
kala generasi membutakan
8 September 2021
Bumi Para Puyang
tersebutlah jagat Besemah
inilah bumi para puyang
yang memimpin kawasan
dengan kesaktian
yang membimbing anak-cucu
dengan kebijaksanaan
yang menegaskan Lampik Empat Merdike Due
sebagai sistem pemerintahan
tiada terhitung hikmah telah terwaris
semua demi kebaikan hidup
para anak cucu tercinta
yang jangkaunya melintas masa
jangan cemari aliran sungai
jangan rusak fasilitas umum
bermusyawarahlah dalam berkeputusan
itulah beberapa wewaris yang mesti dijaga
agar hidup ini damai dan rukun
sedamai arwah leluhur di alam baka
9 September 2021
Megalit
membaca jejakmu di bebatuan
kutemukan cerita peradaban
betapa jauh sebelum masehi
engkau telah tunjukkan
tingginya kebudayaan
melalui indah megalit dalam pahatan
berlukis sketsa kehidupan
nan penuh pesan
kini, megalitmu itu
masih begitu kokoh
dengan guratan indah pahatannya
yang tak lapuk oleh hujan
yang tak jua lekang oleh sengat mentari
hingga kuyakin, itu karena ketinggian teknologimu
hingga aku pun bangga
memiliki nenek moyang sepertimu
10 September 2021
Kak Haji
diiringi seruput kopi di hotel Dharma Karya
ditemani teguk teh di Rumah Berbagi
kutemukan banyak pelajaran hidup
dari sosok yang nyaman jika disebut orang biasa:
Kak Haji, begitulah dia kerap disapa
dari tutur dan sikap sederhananya
kubelajar arti perjuangan
dari ramah dan tenangnya
kubelajar nilai-nilai wewaris para puyang
dari senyum dan teduh matanya
kubelajar aksi nyata peduli sesama
soal Bumi Besemah nan mempesona
dia pun mengajak semua mensyukuri
sembari menampilkan kelincahannya dalam mengeja
ada jejak maha kuasa di kekar Gunung Dempo
ada gurat maha kasih di subur kebun teh dan kopi
ada sketsa maha indah di liuk sungai dan bebatuan
ada binar maha perkasa di puluhan air terjun nan memukau
yang semua itu mesti dijaga
agar sang pencipta tetap tersenyum pada kita
11 September 2021
*) Penulis adalah pegiat sastra dan Pemimpin Umum Sumselupdate.com











