Palembang, Sumselupdate.com — PT Pelabuhan Tanjung Priok Nonpetikemas (PTP Nonpetikemas) Cabang Palembang terus memperkuat transformasi digital guna meningkatkan efisiensi layanan kepelabuhanan dan mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, khususnya komoditas strategis sektor pertanian.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose), sistem operasi terminal berbasis digital yang mengintegrasikan seluruh proses pelayanan mulai dari perencanaan kapal, operasional bongkar muat, monitoring aktivitas pelabuhan, hingga sistem pembayaran yang terhubung langsung dengan perbankan dan kepabeanan.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Palembang, Ade Affandi, mengatakan sistem digital tersebut telah diterapkan secara bertahap selama lima tahun terakhir dan terus mengalami pengembangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.
“Seluruh aktivitas operasional di pelabuhan saat ini sudah dapat dimonitor secara digital. Mulai dari perencanaan operasional, pengawasan kegiatan bongkar muat, hingga pemantauan jenis dan jumlah barang dapat dilihat secara real time melalui sistem,” ujar Ade.
Menurutnya, sistem PTOS-M juga terhubung dengan Inaportnet milik Kementerian Perhubungan sehingga proses pelayanan kapal menjadi lebih cepat dan terintegrasi.
“Pengguna jasa cukup melakukan pengajuan melalui sistem, mulai dari informasi kapal, jenis barang, hingga jumlah muatan. Setelah itu dilakukan proses operation planning untuk menentukan jadwal sandar, lokasi dermaga, serta standar waktu pelayanan,” katanya.
Baca juga : PTP Nonpetikemas Luluskan HiPo Batch II, Cetak SDM Pelabuhan Andal dan Kompetitif
Ade menegaskan, penerapan sistem digital kini menjadi bagian wajib dalam proses pelayanan di pelabuhan demi menciptakan transparansi dan efisiensi operasional.
Di sisi operasional, PTP Nonpetikemas Palembang baru saja menyelesaikan kegiatan bongkar muat pupuk MOP sebanyak 4.509 ton yang diangkut kapal MV Gold Spring dari Pelabuhan Cuo Lo, Vietnam.
Kegiatan bongkar muat berlangsung sejak 14 hingga 19 April 2026 dan dilakukan bersama PT Kharisma Bahari dengan memanfaatkan fasilitas pelabuhan seperti jib crane, hopper, dan grab.
Ade menjelaskan, pupuk MOP tersebut merupakan bahan baku impor milik PT Pusri yang akan digunakan untuk produksi pupuk majemuk NPK (Nitrogen, Fosfat, dan Kalium).
“Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga pasokan bahan baku industri pupuk nasional sekaligus mendukung kebutuhan sektor pertanian di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan,” jelasnya.
Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Nunu Husnul Khitam, menilai kolaborasi antara operator pelabuhan, regulator, dan pengguna jasa menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran distribusi logistik nasional.
“Sinergi antara Pelindo Group dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar operasional pelabuhan berjalan optimal dan distribusi logistik tetap lancar,” ujarnya.
Kinerja operasional PTP Nonpetikemas Cabang Palembang sepanjang triwulan I 2026 juga menunjukkan tren positif. Produktivitas general cargo tercatat naik 3 persen dari 1.500 TSD menjadi 1.544 TSD. Sementara curah cair meningkat 1 persen dari 2.815 TSD menjadi 2.842 TSD.
Selain itu, bag cargo mencapai 876 TSD dan curah kering sebesar 1.297 TSD.
Secara nasional, throughput PTP Nonpetikemas pada triwulan I 2026 mencapai 12,4 juta ton atau tumbuh 3,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas curah kering masih mendominasi dengan kontribusi 46 persen, disusul curah cair 25 persen, general cargo 24 persen, dan bag cargo 5 persen.
SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, mengatakan capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang modern dan andal.
Baca juga : PTP Nonpetikemas Perkuat Layanan dan Digitalisasi, Dukung Kelancaran Logistik Nasional
“Sebagai bagian dari Pelindo Group, kami terus memperkuat layanan operasional dengan dukungan jaringan di 11 wilayah pelabuhan Indonesia bagian barat,” katanya.
Melalui penguatan sistem digital dan peningkatan layanan operasional, PTP Nonpetikemas Palembang optimistis dapat terus mendukung kelancaran rantai pasok industri pupuk nasional serta mendorong produktivitas sektor pertanian secara berkelanjutan. (Iya)











