PTBA Luncurkan Reverse Vending Machine, Ubah Sampah Botol Plastik Jadi Rupiah

Writer: - Sabtu, 14 Maret 2026
PT Bukit Asam Tbk meluncurkan Reverse Vending Machine (RVM) di kawasan Tanjung Enim sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah plastik berbasis ekonomi sirkular. Melalui mesin ini, botol plastik yang disetorkan masyarakat akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukarkan melalui aplikasi Plasticpay. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Tanjung Enim, Sumselupdate.com – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus memperkuat komitmennya menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan sampah plastik sekali pakai, PTBA mendorong implementasi ekonomi sirkular melalui pemanfaatan teknologi pengelolaan sampah berbasis digital.

Read More

Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui peluncuran Reverse Vending Machine (RVM) dengan kampanye “Sampah Jadi Berkah, Botol Jadi Rupiah”.

General Services Dept. Head PTBA, Renny Tri Miranti, mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah plastik sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan karyawan dan masyarakat.

“Program RVM bukan sekadar fasilitas pengumpulan sampah, melainkan wujud nyata komitmen PTBA dalam mendukung penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan atau PROPER serta pelaporan keberlanjutan perusahaan,” ujarnya.

PT Bukit Asam Tbk meluncurkan Reverse Vending Machine (RVM) di kawasan Tanjung Enim sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah plastik berbasis ekonomi sirkular. Melalui mesin ini, botol plastik yang disetorkan masyarakat akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukarkan melalui aplikasi Plasticpay. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Ia menjelaskan, saat ini tersedia lima unit Reverse Vending Machine yang ditempatkan di area perkantoran tambang dan non-tambang PTBA, kawasan Perumahan Tanah Putih, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Melalui sistem pemilahan sampah dari sumbernya, PTBA mengajak pegawai dan masyarakat membangun perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Setiap botol plastik yang dimasukkan ke dalam mesin akan tercatat secara digital dan otomatis dikonversi menjadi poin sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi menjaga lingkungan.

Untuk menggunakan mesin tersebut, pengguna cukup memastikan botol plastik dalam kondisi kosong, tidak berisi cairan, serta label botol tetap menempel agar proses identifikasi berjalan optimal.

Selanjutnya pengguna menekan tombol mulai pada layar, lalu memasukkan botol plastik satu per satu ke dalam lubang penerimaan.

PT Bukit Asam Tbk meluncurkan Reverse Vending Machine (RVM) di kawasan Tanjung Enim sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah plastik berbasis ekonomi sirkular. Melalui mesin ini, botol plastik yang disetorkan masyarakat akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukarkan melalui aplikasi Plasticpay. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Mesin akan melakukan pemindaian dan identifikasi secara otomatis. Jika lampu indikator berwarna hijau, botol dinyatakan diterima oleh sistem.

Setiap botol yang diterima langsung dihitung dan diproses oleh mesin yang telah dilengkapi sistem konversi otomatis menjadi poin. Setelah selesai memasukkan botol, pengguna dapat menekan tombol ambil poin dan memindai QR Code pada layar menggunakan akun Plasticpay. Poin yang diperoleh akan langsung masuk ke akun pengguna.

Seluruh botol yang disetorkan melalui RVM tercatat dalam sistem sebagai kontribusi nyata terhadap pengurangan sampah plastik. Data tersebut tersimpan secara transparan dan dapat ditelusuri sebagai bagian dari dampak lingkungan yang terukur.

Selanjutnya, plastik yang terkumpul akan diproses secara bertahap melalui sistem daur ulang yang bertanggung jawab. Material tersebut akan diolah kembali menjadi bahan baku yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai produk bernilai guna bagi kebutuhan sehari-hari.

Melalui inisiatif ini, PTBA berharap setiap botol yang ditukarkan dapat membantu mengurangi timbulan sampah plastik di area operasional perusahaan sekaligus membangun budaya peduli lingkungan di masyarakat.

“PTBA mengajak seluruh pegawai dan masyarakat untuk menjadi bagian dari pionir teknologi masa depan dalam pengelolaan sampah yang lebih bersih, tertib, dan berkelanjutan,” pungkas Renny.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts