Muaraenim, Sumselupdate.com –Proses pemakaman ketujuh korban yang meninggal dunia akibat disambar petir di kampung halamannya di Desa Pagar Agung, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muaraenim, berlangsung sangat haru.
Ribuan masyarakat beserta perangkat desa setempat telah menghantarkan jenazah ke ketujuh korban ke tempat peristirahatannya terakhir di pemakaman umum desa setempat.
Para korban dimakamkan di desa kampung halamannya pada hari kejadian itu juga Minggu (17/4) sore. Proses pemakaman korban baru selesai hingga menjelang shalat magrib. Para korban dimakamkan dalam tiga lubang dengan rincian satu lubang tiga jenazah, dan ada dua jenazah serta lubang satunya aa satu jenazah.
Jenazah Darius Bin M Pawi (45).dikuburkan dalam satu lubang dengan anaknya Ekin binti Darius (8).
Kemudian jasad M Pawi bin Rusnani (60) dimakamkan satu lubang juga dengan kedua anaknya Sudomo bin M Pawi (36), Hendro Saputra bin M Pawi (34) dan Dunan bin Sudomo (8).
Sedangkan jenazah Susili binti M Pawi (40) yang merupakan putri M Pawi dimakamkan di lubang tersendiri.
“Proses pemakamannya benar benar haru, warga desa cukup banyak yang bertakziah mengantar ketujuh jenazah tersebut ke pemakaman. Ketiga lubang pemakaman korban jaraknya sangat berdekatan,” jelas anggota DPRD Muaraenim, H Tjik Melan, yang juga ikut memakamkan korban.
Menurut Tjik Melan, jumlah anak korban atas nama M Pawi sebanyak 6 orang. Dalam kejadian itu empat orang di antaranya ikut meninggal dunia akibat terkena petir.
Sebagaimana diketahui keluarga Pawi yang terdiri dari 12 orang disambar petir saat berteduh di dalam pondok dekat areal persawahan, Minggu (17/4), sekitar pukul 07.30.
Saat itu para korban berkumpul di dalam pondok beratapkan daun tepas, lantaran hujan turun deras. Mereka datang ke areal persawahan karena hari itu hendak bergotong royong memanen padi.
Dari peristiwa naas itu tujuh korban meninggal di tempat, dan empat korban mengalami luka bakar serius, dan satu orang selamat dari maut.
Ketujuh korban yang tewas disambar petir adalah M Pawi bin Rusnani (60), Sudomo bin M Pawi (36), Hendro Saputra bin M Pawi (34), Susili binti M Pawi (40), dan Darius Bin M Pawi (45). Kemudian dua orang anak anak yang meninggal dunia terkena sambaran petir tersebut diketahui bernama Dunan bin Sudomo (8) dan Ekin binti Darius (9).
Sedangkan korban yang mengalami luka bakar akibat sambaran petir dirawat di RS Bunda Kota Prabumulih bernama Rusnani binti Cikus (60), Rilly Susanti (30), Candra bin Suprianto (35), Abek bin Lukman (10), dan Riska bin Lukman (10).
.Sedangkan satu orang yang ikut berada di pondok yang selamat bernama Asmiliyani (30). Dia yang meminta pertolongan kepada tetangga, warga, dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunung Megang. (lip)











