Presiden Bangga pada Musa, Bocah Hafiz Quran Juara 3 Internasional

Minggu, 17 April 2016
Musa dari Indonesia memperoleh juara 3 lomba hafal quran tingkat internasional (@jokowi)

Jakarta, sumselupdate.com – Kabar tentang seorang bocah asal Indonesia, bernama Musa, yang sukses di ajang Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Mesir mengundang kekaguman publik. Prestasi luar biasa Musa itu pun mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kita bangga dg prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, hafidz 7 tahun di Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Mesir -Jkw,” tulis Presiden Jokowi melalui akun twitter @jokowi, Minggu (17/4).

Musa (7), bocah asal Bangka sukses meraih juara 3 di ajang lomba menghafal Alquran tingkat internasional di Mesir. Kabar itu tersiar setelah ayahnya, La Ode Abu Hanifa, merekam dan mengunggah momentum itu ke jejaring sosial Facebook.

Dikutip dari Iqna.ir yang berbahasa Arab, Musa berhasil meraih juara setelah mengoleksi nilai 91,17.

Adapun di perlombaan kategori menghafal al Quran tingkat internasional di Mesir, Duduk diperiksa pertama Ala Muhammad (9 tahun) dari Provinsi Buhairah dengan nilai 98,58. Selanjutnya diikuti peringkat kedua Bilal Muhammad Sayyid (10 tahun) dan dilajutkan dengan peringkat ketiga Musa (7 tahun) dari Indonesia dengan nilai 91,17.” Demikian kutipan pemberitahuan juri yang diterjemahkan oleh akun Facebook Al-Faqir dalam laman komentar status La Ode Abu Hanifa.

Dikutip dari laman liputan6.com, Musa adalah bocah hafizh atau penghafal Alquran (hafizh) dari Indonesia. Selain hafal Alquran, ia juga hafal matan-matan hadis penting, seperti Arbain Nawawi dan lainnya.

Namanya mulai dikenal publik luas, dalam negeri maupun Malaysia dan Singapura, setelah meraih juara pertama pada program Hafiz Indonesia 2014 di sebuah stasiun televisi swasta.

Ia menjadi pusat perhatian karena meski kala itu berusia sangat belia, 5,5 tahun, namun telah mampu menghafalkan 29 juz dari total 30 juz Alquran. Ia pun dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi sebagai peserta termuda dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta. Ia mendapatkan nilai mumtaz (istimewa) yakni 90,83 poin dari 100 nilai sempurna.

Pascaperlombaan, Musa berhasil menuntaskan hafalannya menjadi keseluruhan 30 juz. Hal ini dapat terlaksana karena sebelum mengikuti acara, sebenarnya ia hanya kurang dua surah saja.

Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts