Puluhan Preman Kembali Digaruk Polda Sumsel

Minggu, 26 Juni 2016
Seorang dari yang diduga preman memberikan nasehat kepada rekan-rekannya yang terjaring oleh Tim Anti Bandit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel.

Palembang, Sumselupdate.com –Setelah dua hari sebelumnya puluhan preman berhasil diamankan, kali ini Tim Anti Bandit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel kembali melakukan penyisiran terhadap premanisme di wilayah Kota Palembang, Sabtu (25/6) sekitar pukul 15.00.

Hasilnya, sebanyak 23 preman yang sering meresahkan warga di kawasan Terminal Km 12, Simpang Bandara dan Pakjo, digaruk petugas.

Read More

Selanjutnya, 23 preman yang berhasil diamankan dari tiga titik lokasi ini langsung diangkut menggunakan mobil truk dibawa ke Polda Sumsel untuk didata.

Selain mencatat identitas, petugas juga mengambil sidik jari para preman tersebut.

Setibanya di Polda Sumsel, 23 preman tersebut lalu disuruh baris berbaris untuk diberi arahan.

Bahkan, seorang dari 23 preman yang diamankan tersebut juga diminta maju guna memberikan arahan serta nasehat kepada rekan-rekannya yang lain.

“Di bulan pusa seperti sekarang ini, kita harus menghormati orang yang berpuasa meski kita tidak puasa. Dan kita juga tidak boleh berlaku premanisme karena ini merugikan orang lain,” kata seorang preman tersebut kepada rekan-rekannya yang lain saat memberikan arahan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol DTM Silitonga didampingi Kasubdit III Jatanras, AKBP Hans Rahmatullah mengatakan, operasi bersih preman ini dalam rangka cipta kondisi terutama menjelang lebaran.

“Mereka diamankan karena meresahkan masyarakat di tempat umum seperti memalak, parkir liar yang meresahkan pengunjung di tempat keramaian terutama menjelang lebar,”  katanya.

Semuanya, dikatakan Silitonga, diangkut dan selanjutnya didata. Kalau memang ada yang terlibat tindak pidana akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Operasi ini akan terus berlanjut hingga menjelang lebaran, dan apabila mereka yang lebih dari satu kali ditangkap akan diproses,” katanya. (ery)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts