Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Kota Besar Berawan

Kamis, 21 September 2023
Ilustrasi Prakiraan Cuaca

Jakarta, Sumselupdate.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk hari ini Kamis (21/9/2023) di Indonesia. Menurut laman resmi BMKG di Jakarta, sebagian besar kota besar di Indonesia diperkirakan akan mengalami cuaca berawan.

Kondisi cuaca berawan diprediksi akan terjadi di beberapa kota besar, termasuk Bengkulu, Jakarta, Jambi, Palangkaraya, Samarinda, Ambon, Ternate, Mataram, Jayapura, Pekanbaru, Mamuju, Padang, dan Manado. Di sisi lain, cuaca cerah diharapkan terjadi di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Bandar Lampung selama siang hari.

Untuk kota-kota seperti Denpasar, Serang, Gorontalo, Pontianak, Banjarmasin, Tarakan, Pangkal Pinang, Kupang, Kendari, dan Palembang, cuaca cerah berawan diperkirakan akan mendominasi. Sementara itu, beberapa daerah lainnya, seperti Bandung, Tanjung Pinang, dan Manokwari, dapat mengalami hujan dengan intensitas ringan, begitu juga Banda Aceh dan Medan selama siang hari

Ketika malam tiba, cuaca berawan diperkirakan masih akan mendominasi kota-kota besar di Indonesia, termasuk Banda Aceh, Denpasar, Jakarta, Semarang, Palangkaraya, Tarakan, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Manokwari, Makassar, Manado, dan Padang. Cuaca cerah diperkirakan akan terjadi di Palangkaraya, Bandar Lampung, dan Kupang selama malam.

Advertisements

Di beberapa kota seperti Serang, Bengkulu, Yogyakarta, Gorontalo, Pontianak, Samarinda, Ternate, Mataram, dan Kendari, cuaca cerah berawan berpotensi terjadi selama malam. Hujan dengan intensitas ringan diharapkan melanda beberapa daerah seperti Jambi, Bandung, Ambon, Jayapura, Pekanbaru, Mamuju, dan Palembang, sementara Medan dapat mengalami hujan dengan intensitas sedang.

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa situasi berawan ini dimanfaatkan untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dengan penyemaian 4.500 liter garam. TMC telah dilakukan di beberapa titik di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa (19/9). Hasilnya, TMC berhasil memicu hujan turun di beberapa titik di Jabodetabek.

Guswanto menekankan bahwa cuaca hujan memiliki dampak signifikan terhadap kadar polusi udara di DKI meskipun hanya dalam jangka pendek.

“Curah hujan itu memberikan dampak pada penurunan polusi udara paling lama 3-4 jam, setelah itu kalau sumber emisi tidak dikurangi, mereka akan tetap, karena parameter meteorologi lainnya masih berjalan seperti angin,” kata Guswanto.

BMKG memprediksi bahwa awal musim hujan di Indonesia baru akan dimulai pada November mendatang dan mencapai puncaknya pada awal Januari hingga Februari 2024. (bsc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.