Portugal Raih Gelar Perdana, Cedera Ronaldo Terobati

REUTERS/Michael Dalder/detikcom

Saint-Denis, Sumselupdate.com –Portugal yang tak diunggulkan dalam laga final Piala Eropa, tampil sebagai juara. Dalam hidup mati yang digelar di Stade de France, Senin (11/7/2016) dinihari WIB, A Selecao das Quinas mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 lewat extra time berkat gol semata wayang Eder.

Bagi Portugal, ini adalah gelar pertama mereka di ajang Piala Eropa dan gelar perdana di turnamen besar. Sementara itu, Prancis yang pernah dua kali jadi juara Piala Eropa harus rela melihat Portugal berpesta di rumah mereka.

Bacaan Lainnya

Sementara bagi bintang Portugal Cristiano Ronaldo, kemenangan ini sangat berarti lantaran cedera yang dialaminya di babak pertama dalam laga final, menjadi obat manjur untuk mengobati kekecewaannya.

Ronaldo tidak bisa menyelesaikan pertandingan akibat mengalami cedera lutut setelah dilanggar oleh gelandang Prancis Dimitri Payet saat laga baru berjalan delapan menit.

Sebelumnya, mantan kekasih Irina Shayk itu sempat berusaha melanjutkan pertandingan. Namun pria 31 tahun itu akhirnya menyerah di menit 24. Ronaldo harus ditandu keluar lapangan.

Ronaldo sangat terpukul tidak bisa melanjutkan pertandingan dan membantu Portugal meraih gelar juara. Ronaldo terlihat menitikan air mata.

Pertandingan final Piala Eropa 2016, antara Portugal vs Prancis,  berlangsung dalam tempo cepat. Pada menit keenam, pemain depan Prancis, Antoine Griezmann, sudah mendapatkan peluang. Namun, tendangannya dari dalam kotak penalti melebar.

Pada menit ketujuh, kejadian yang tidak diinginkan oleh Portugal terjadi. Saat menguasai bola, Ronaldo diterjang oleh gelandang Prancis, Dimitri Payet.

Akibatnya, Ronaldo terjatuh dan mengerang kesakitan. Ia tampak mengalami rasa sakit di bagian lutut sebelah kirinya dan langsung mendapatkan perawatan dari staf medis Portugal.

Ronaldo masih bisa bermain setelahnya, tetapi pada menit ke-17, ia kembali terduduk di lapangan. Kali ini, ia terpaksa meninggalkan lapangan untuk mendapatkan perawatan sekali lagi.

Kekhawatiran bahwa Ronaldo tidak bisa melanjutkan pertandingan menebal. Tetapi, sekali lagi ia menunjukkan bahwa ia masih mampu bermain. Pada menit ke-19, pemain berusia 31 tahun itu kembali masuk ke lapangan.

Ronaldo masih sempat ikut berpartisipasi dalam sebuah serangan balik Portugal, yang kemudian gagal berujung menjadi peluang. Namun, dalam serangan balik tersebut, terlihat bahwa Ronaldo tidak nyaman ketika menggiring bola dengan kakinya. Setelah mengoper bola ke rekannya, ia juga tampak berjalan dengan terpincang-pincang.

Akhirnya, Ronaldo memutuskan kali itu perjalanannya di Piala Eropa 2016 selesai. Ia lantas memberi sinyal kepada pelatih Portugal, Fernando Santos, yang berdiri di pinggir lapangan, untuk digantikan pemain lain.

Staf medis kembali masuk ke lapangan dan kali ini Ronaldo dibawa meninggalkan lapangan dengan menggunakan tandu. Kekecewaan Ronaldo tampak dari air mata yang diteteskannya.

Tepat pada menit ke-25 itu, perjalanannya di Piala Eropa 2016, dan di partai puncak, selesai. Posisinya lantas digantikan oleh Ricardo Quaresma. Ban kapten diserahkannya kepada Nani.

Ronaldo sudah mencetak 3 gol dan 2 assist. Menurut catatan Squawka, sebelum laga final, Ronaldo sudah mengkreasikan 10 peluang untuk timnya. Bersama Joao Mario, ia adalah kreator terbanyak untuk timnya selama Euro 2016.

Tidak hanya itu, Ronaldo juga rata-rata melepaskan 7,5 tembakan per laga, yang mana membuatnya jadi pemain dengan rata-rata tembakan terbanyak di Piala Eropa kali ini. (hyd)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.