Polres Pagaralam Jelaskan Kematian JD Saat Pemeriksaan, Visum dan Autopsi Sempat Ditawarkan

Rabu, 16 September 2026
Kapolres Pagaralam AKBP Adam Purbantoro memberikan keterangan terkait meninggalnya JD yang disebut sebagai salah satu terduga dalam kasus perampokan hasil kopi. Polisi menyatakan JD sempat mengeluhkan sakit di bagian dada sebelum dibawa ke RSD Besemah. (Foto; Sumselupdate.com/ Istimewa)

Pagaralam, Sumselupdate.com — Polres Pagaralam memberikan penjelasan terkait meninggalnya JD, yang disebut polisi sebagai salah satu terduga pelaku dalam kasus perampokan hasil kopi di Kecamatan Pagaralam Utara pada 19 Agustus 2026.

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan dari pihak keluarga terkait kematian JD. Polisi menyatakan JD sempat mengeluhkan sakit di bagian dada ketika dimintai keterangan oleh penyidik.

Kapolres Pagaralam AKBP Adam Purbantoro mengatakan kasus perampokan tersebut bermula dari laporan seorang warga berinisial H (60) yang mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp100 juta. Dalam laporan tersebut, hasil kopi menjadi salah satu barang yang menjadi sasaran.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti Satreskrim Polres Pagaralam melalui penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan AC (20), warga Talang Pagar Agung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat.

Baca Juga: Pelaku Perampokan Petani Kopi di Pagaralam Diciduk Polisi, Korban Ditemukan Terikat di Pondok

Menurut Adam, dari pemeriksaan terhadap AC, penyidik memperoleh informasi mengenai pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut, salah satunya JD.

Kapolres Pagaralam AKBP Adam Purbantoro. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Polisi kemudian meminta keterangan JD untuk mendalami dugaan keterlibatannya dalam perkara perampokan tersebut.

Namun, saat proses pemeriksaan berlangsung, JD disebut mengeluhkan sakit di bagian dada.

“Pada saat dimintai keterangan, saudara JD mengeluh sakit di bagian dada. Kemudian personel Dokkes Polres Pagaralam memberikan pertolongan pertama,” ujar Adam.

Baca Juga: Sadis! Pekebun Kopi di Pagaralam Diseret 10 Meter dan Disiram Air Panas, 2 Pelaku Ditangkap

Karena membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, JD kemudian dibawa ke RSD Besemah untuk mendapatkan perawatan.

Namun, setelah menjalani perawatan, JD meninggal dunia.

Polisi Tawarkan Visum dan Autopsi

Adam mengatakan, setelah mengetahui JD meninggal dunia, kepolisian langsung menyampaikan informasi tersebut kepada pihak keluarga sekaligus menyampaikan belasungkawa.

Polisi juga, menurut Adam, menawarkan pemeriksaan medis berupa visum dan autopsi kepada keluarga untuk membantu mengetahui penyebab kematian secara medis.

“Setelah meninggalnya saudara JD, kami memberikan informasi kepada keluarga dan turut menyampaikan belasungkawa. Kami juga mengedukasi keluarga bahwa demi transparansi penyebab kematian, dapat dilakukan visum dan autopsi,” jelasnya.

Baca Juga: Mobil Kapolres Pagaralam Dicegat Warga, Ternyata Diberi Spanduk Apresiasi Ungkap Kasus Kopi 1 Ton

Namun, Adam menyebut pihak keluarga JD sempat menolak tawaran pemeriksaan tersebut.

Polres Pagaralam menegaskan bahwa pemeriksaan medis dan forensik merupakan salah satu mekanisme yang dapat digunakan untuk mengetahui penyebab kematian secara objektif.

Hingga kini, tidak terdapat keterangan hasil autopsi yang dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian JD. Karena itu, penyebab pasti kematian tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan informasi mengenai kondisi JD saat menjalani pemeriksaan.

Kasus Perampokan Tetap Berjalan

Sementara itu, penyidikan kasus perampokan hasil kopi yang dilaporkan H tetap berjalan.

Polres Pagaralam masih memburu sejumlah orang yang disebut polisi sebagai terduga pelaku dan belum diamankan.

Adam menegaskan, meninggalnya JD tidak menghentikan proses penyidikan terhadap perkara tersebut.

“Kami terus mengejar pelaku lainnya yang masih buron. Kami mengimbau agar para pelaku segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian,” tegas Adam.

Menurut Adam, penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat serta peran masing-masing dalam perampokan yang menyebabkan korban mengalami kerugian lebih dari Rp100 juta.

Di sisi lain, kematian JD masih menjadi perhatian pihak keluarga. Kepolisian menyatakan telah menawarkan pemeriksaan visum dan autopsi sebagai salah satu upaya untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian secara medis.

Dengan demikian, terdapat dua proses yang masih menjadi perhatian, yakni pengungkapan kasus perampokan hasil kopi serta upaya memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian JD.

Polres Pagaralam menyatakan penyidikan kasus perampokan tetap dilanjutkan dan mengimbau pihak-pihak yang masih dicari untuk menyerahkan diri kepada kepolisian.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts