PM2.5 Palembang Capai 180,8, BMKG Sarankan Anak TK-SD Belajar dari Rumah

Writer: - Rabu, 26 Agustus 2026
PM2.5 Palembang Capai 180,8, BMKG Sarankan Anak TK-SD Belajar dari Rumah (Sumselupdate.com/ Ist)

Palembang, Sumselupdate.com — Kualitas udara di Palembang, Sumatra Selatan, masih berada dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus masih berada pada level yang perlu diwaspadai hingga pagi hari.

Kondisi terburuk terjadi pada dini hari. Konsentrasi PM2.5 mencapai 180,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00 WIB, masuk dalam kategori merah atau sangat tidak sehat. Kondisi ini sudah terjadi sejak Sabtu, 22 Agustus 2026 lalu, dan yang terparah terjadi pada Minggu 23 Agustus.

Read More

“Berdasarkan data di Stasiun PM2.5 di Musi 2 Palembang, terpantau kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Hingga pagi ini tercatat tidak sehat dengan nilai 81,6 mikrogram per meter kubik,” ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatra Selatan, Wandayantolis, Rabu (26/8/2026).

Dayan menjelaskan, kualitas udara di Palembang dapat berubah seiring dengan pergerakan dan penyebaran asap. Konsentrasi PM2.5 juga berpotensi meningkat pada malam hingga pagi hari saat kondisi atmosfer membuat asap lebih mudah terakumulasi.

Dirinya mengingatkan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan karena kondisi udara yang buruk. Termasuk anak TK dan SD yang rentan terpapar udara buruk.

“Kami menyarankan baiknya anak sekolah tingkat TK dan SD melakukan pembelajaran daring dari rumah, karena tingkat paparan PM2.5 pada level tidak sehat hingga sangat tidak sehat,” jelasnya.Pemerintah Sumatra Selatan (Sumsel) kembali mempersiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai langkah untuk membasahi lahan yang mengalami kekeringan. Pelaksanaan OMC akan melihat perkembangan cuaca dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iqbal Alisyahbana, menyebut awan hujan kembali muncul di Sumsel pada 27-28 Agustus mendatang. Kondisi ini akan dimanfaatkan untuk menyemai garam di langit Sumsel.

“Informasi dari BMKG, tanggal 27 atau 28 Agustus ini ada potensi awan. Mudah-mudahan apa yang disampaikan BMKG ini memang tumbuh awan hujan dan bisa digunakan untuk penyemaian OMC,” ungkap Iqbal.Iqbal menjelaskan, pesawat bantuan BNPB yang berada di Sumsel tidak hanya dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan OMC. Pesawat tersebut juga dapat digunakan untuk memantau kondisi atmosfer apabila tidak ditemukan awan yang sesuai untuk disemai.

“Ketika ada potensi awan, dia menjadi pesawat untuk OMC. Tapi ketika potensi awan hujan tidak ada, dia menjadi kontrol,” jelasnya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts