Baturaja, Sumselupdate.com – Manajemen Rumah Sakit Umum (RSUD) Ibnu Soetowo Baturaja menampik jika asap hasil limbah pembakaran berbahaya bagi kesehatan.
Menurut pihak rumah sakit asap pekat itu sama sekali tak menganggu kesehatan.
Hal itu dikemukakan pihak RSUD melalui humasnya H Turipno, SKM, terkait banyaknya keluhan warga.
“Asapnya tidak berbahaya untuk kesehatan, sebab sudah diuji melibatkan BLH,” kata Turipno saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (8/2/2017).
Turipno mengatakan, dilihat dari hasil pembakaran memang warna asap hitam pekat, ini disebabkan, kata Turipno, yang dibakar adalah limbah plastik berupa inpus, kain kasa yang terinfeksi, tali infus dll.
“Lagi pula standar ketinggian cerobong sudah memenuhi. Lihat saja tingginya melebihi gedung,” katanya.
Selain kata dia, alat yang digunakan pembakaran tingkat panasnya sangat tinggi sehingga hasil pembakaran cepat.
Untuk pembakaran sendiri, lanjut dia, pihaknya melakukan itu dua kali dalam satu Minggu, dilakukan setiap sore hari. Sementara disinggung berapa banyak limbah yang dibakar Turipno tak menyebutkan,
“Kalau jumlah banyaknya saya tidak tau yang jelas limbah ini ada dari puskesmas dan rumah sakit Antonio,” terangnya.
Pantauan di lapangan oleh Sumselupdate.com, cerobong asap itu memang berada persis di pinggiran sungai Ogan namun masih di lingkup rumah sakit itu.
Asap yang keluar memang sangat pekat dan berbau, parahnya menyebar di udara hingga ke pemukiman warga sekitar. (wid)











