Petani Kopi di Empatlawang Keluhkan Hasil Panen yang Menurun

Kopi hasil panen petani di Empatlawang.

Laporan: Alparisi

Tebing Tinggi, Sumselupdate.com – Panen kopi dibeberapa wilayah yang ada di Kabupaten Empatlawang telah selesai, kini tinggal tersisa buah kopi akhir ataupun kopi pohon stek (kopi dengan pohon sambung).

Read More

Itupun berdasarkan penuturan seorang petani di Desa Suka Dana, Kecamatan Muara Pinang, hanya kebun kopi di beberapa wilayah saja yang masih ada buah sisa akhir musim.

“Kalau di daerah kita Lintang, rata-rata musim panen kopi sudah selesai, akan tetapi masih ada sedikit-sedikit buah sisa yang masih bisa diambil,” kata Tri, Sabtu (18/09/2021).

Ia bercerita, biasanya buah sisa panen utama tersebut digunakan sebagai bahan pembuatan kopi ataupun bibit kopi tanaman terbaru.

“Ya, kalau sekarang adalah sedikit-sedikit sisa penen kemarin, lumayan buat kopi ataupun bibit bisa juga dijual,” jelasnya.

Lebih jauh ia bercerita, tahun ini hasil panen kopi di kebunnya tidak banyak, atau kurang seperti halnya tahun-tahun sebelummya, sebab saat ini cuaca tak menentu.

“Macet buah kopi tahun ini, saya cuman dapat sekitar 700 kg, tahun kemarin juga sama macet juga cuman dapat 500 kg, kalau lagi bagus saya bisa dapat 1 ton lebih,” ceritanya.

Terbaru, ia mengatakan menjual kopi seharga Rp18.000 per kilogramnya harga tersebut menurutnya turun.

“Harga sekarang Rp17.000-Rp18.000, masih sama sudah beberapa tahun ini, sedangkan harga sembako naik terus,” ujarnya.

Sementara itu, Gunawan seorang toke (pengepul) bush kopi dan lada di Kelurahan Pendopo, menyampaikan, ia biasa membeli kopi dengan kualitas terbaik dengan harga Rp19.000 rupiah.

“Kalau kualitas bagus saya ambil 19, kita lihat barangnya dulu kebanyakan kita ambil 17 atau 18 tergamtung kulitas,” tandasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.