Peringkat EoDB Jeblok, Jokowi Minta Naik Jadi Ranking ke-40

Kamis, 21 Januari 2016

Jakarta, sumselupdate.com – Peringkat kemudahan usaha (Ease of Doing Business/EoDB) Indonesia jeblok. Dari 189 negara, Indonesia berada di posisi ke- 109. Hal ini menjadi catatan khusus Presiden Jokowi. Presiden pun menugaskan BKPM untuk memperbaikinya dan meminta agar rankingnya menjadi minimal 40.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dalam keterangan pers tentang hasil Rapat Terbatas tentang Kemudahan Berusaha, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (20/1/2016). Dijelaskannya bahwa Presiden Jokowi memberikan target pada tahun 2017, peringkat kemudahan berusaha (EoDB) Indonesia harus sekurang-kurangnya berada di peringkat ke-40 dari 189 negara. Saat ini, berdasarkan survei World Bank 2015, Indonesia berada di peringkat ke-109. Meski naik 11 poin dibanding tahun 2014 dimana saat itu berada di peringkat 120, tetapi ranking Indonesia kali ini masih jauh tertinggal dari negara tetangga, seperti Singapura peringkat ke-1 dan Malaysia peringkat ke-18.

“Untuk itu, presiden telah memutuskan beberapa perubahan mendasar dalam peraturan, terutama Perda, Permen, kalau memang ada Perpres, juga Perpres yang akan dilakukan perbaikan untuk memberikan kemudahan,” kata Pramono Anung.

Ditambahkan oleh Seskab, untuk  mencapai peringkat 40, maka menjadi tugas kepala BKPM yang nantinya dibantu oleh Menteri Koordinator Perekonomian, dan semua jajaran pemerintah untuk mencapai itu.

“Ini tugas yang tidak ringan karena Pemerintah Indonesia berkeinginan dengan berbagai deregulasi yang ada, dengan berbagai paket kebijakan, diharapkan pada tahun 2017 sekali lagi, peringkat kita sekurang-kurangnya itu 40 dan kalau bisa tentunya di bawah itu,” kata Pramono.

Seperti telah diketahui sebelumnya, hasil survei World Bank 2015 tentang kemudahan usaha (Ease of Doing Business/EoDB), Indonesia berada di peringkat ke-109 Indonesia dari 189 negara. Dalam penyusunan laporan tersebut, Bank Dunia menggunakan sepuluh indikator sebagai dasar survei. Sementara survei tersebut dilakukan sepanjang Juni 2014 hingga Juni 2015 (shn).

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.