Penuh Nostalgia, Ratu Dewa Resmikan Masjid Babussalam Kancil Putih, Kenang Masa Saat Masih Jadi Staf Biasa

Writer: - Senin, 16 Februari 2026
Wali Kota Palembang Ratu Dewa disambut sesaat sebelum peresmian Masjid Babussalam di Jalan Kancil Putih, Senin (16/2/2026), sekaligus mengenang masa saat dirinya masih menjadi staf dan rutin beribadah di masjid tersebut. (Foto; Sumselupdate.com.Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai peresmian Masjid Babussalam di Jalan Kancil Putih, Palembang, Senin (16/2/2026).

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang hadir langsung dalam peresmian tersebut, tak kuasa menyembunyikan rasa nostalgia saat mengenang masa belasan tahun lalu ketika dirinya masih menjadi staf biasa dan kerap menunaikan shalat di masjid tersebut.

Read More

Di hadapan jamaah dan tokoh masyarakat setempat, Ratu Dewa menyampaikan bahwa Masjid Babussalam bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya.

“Sekitar sepuluh atau lima belas tahun lalu saya sering shalat di masjid ini. Saat itu saya masih staf golongan biasa. Kalau mengingat masjid ini, rasanya seperti kembali ke masa-masa perjuangan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan masjid tersebut memiliki nilai emosional tersendiri bagi keluarganya. Putra-putrinya pernah belajar mengaji di tempat itu, sehingga kehadirannya dalam peresmian menjadi momen yang sarat makna.

“Di sinilah anak-anak saya belajar mengaji. Jadi masjid ini punya kenangan tersendiri bagi keluarga kami,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palembang untuk terus mendukung pengelolaan dan pengembangan Masjid Babussalam, termasuk menyelesaikan sejumlah persoalan teknis yang selama ini dihadapi.

Salah satu persoalan utama adalah banjir yang kerap menggenangi kawasan sekitar masjid. Ia memastikan penanganan drainase akan menjadi prioritas agar jamaah dapat beribadah dengan nyaman.

“Permasalahan banjir akan kita prioritaskan agar tidak terjadi lagi. Untuk lampu dan penerangan sudah kita penuhi. Ini bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung sarana ibadah masyarakat,” tegasnya.

Ratu Dewa juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya memakmurkan masjid dari sisi jumlah jamaah, tetapi juga menjadikannya sebagai pusat pembinaan umat dan ruang dialog sosial.

Menurutnya, masjid harus menjadi wahana pembahasan berbagai persoalan kemasyarakatan, pembangunan, hingga pemerintahan, sebagaimana fungsi masjid pada masa Rasulullah sebagai pusat peradaban.

“Masjid ini besar dan megah berkat kebersamaan masyarakat. Mari kita makmurkan, bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai ruang musyawarah, pembinaan generasi, dan penguatan ukhuwah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab sosial jamaah terhadap lingkungan sekitar, terutama kepada anak-anak yatim dan masyarakat kurang mampu.

“Jangan lupa ada tanggung jawab sosial. Kita harus peduli, menyantuni anak-anak yatim piatu di sekitar masjid ini. Masjid harus menjadi pusat kepedulian,” pungkasnya.

Peresmian Masjid Babussalam dirangkaikan dengan pelaksanaan Shalat Magrib dan Isya berjamaah bersama masyarakat sekitar.

Kehadiran Wali Kota di tengah jamaah menambah kehangatan dan memperkuat pesan bahwa masjid adalah ruang kebersamaan tanpa sekat status sosial.

Dengan diresmikannya Masjid Babussalam, diharapkan keberadaannya semakin memperkuat syiar Islam, membangun solidaritas sosial, serta menjadi pusat pembinaan umat di kawasan Kancil Putih dan sekitarnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts