Teheran, Sumselupdate.com – Pentagon tengah mempertimbangkan kemungkinan pengerahan pasukan lintas udara (airborne) untuk mendukung operasi militer di Iran, demikian dilaporkan The New York Times pada Senin (23/3), mengutip pernyataan sejumlah pejabat senior pertahanan Amerika Serikat (AS).
Pasukan tempur tersebut akan berasal dari “Pasukan Respons Cepat” Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS, sebuah brigade beranggotakan sekitar 3.000 personel yang mampu dikerahkan ke mana pun di dunia dalam waktu 18 jam, menurut laporan itu, seraya menyebut sejauh ini belum ada perintah yang dikeluarkan oleh Pentagon maupun Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS.
Menurut laporan tersebut, pasukan ini dapat digunakan untuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran.
Opsi lain yang sedang dipertimbangkan, jika Presiden AS Donald Trump memberikan otorisasi kepada pasukan AS untuk merebut pulau itu, adalah serangan oleh sekitar 2.500 pasukan dari Unit Ekspedisi Marinir (Marine Expeditionary Unit/MEU) ke-31, yang sedang dalam perjalanan ke Timur Tengah, kata laporan itu, mengutip keterangan sejumlah pejabat yang berbicara dengan syarat anonimitas.
Laporan itu menyebutkan bahwa “Pasukan Respons Cepat”, atau brigade siaga, telah dikerahkan dalam waktu singkat beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.
CENTCOM AS pada Senin mengatakan militer AS telah melancarkan lebih dari 9.000 serangan di Iran, termasuk merusak atau menenggelamkan lebih dari 140 kapal Angkatan Laut Iran, sejak AS dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang mengganggu pelayaran global, menyebabkan harga minyak melonjak, dan mengguncang ekonomi global.(xn)











