Baturaja, Sumselupdate.com – Warga binaan dan tahanan di Rutan Klas II B Baturaja nampaknya agak luput dari perhatian pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Sarana dan prasarana para penghuni Rutan ini sangat lah minim, mulai dari yang pokok, seperti air bersih hingga sarana penunjang lainnya, bahkan untuk segi keamaan, seperti CCTV yang sangat dibutuhkan masih belum terpasang.
“Jangankan CCTV, air bersih saja kita sangat minim, dapat jatah dari PDAM hanya 4 tangki, padahal seminim-minimnya kita butuh 6 tangki untuk sehari,” ujar Karutan Klas II Baturaja Herdianto SH Msi dijumpai di kantornya, Selasa (10/1/2017).
Lanjut Herdianto, selain air, di Rutan Baturaja juga kekurangan sarana transportasi pendukung, salah satunya mobil ambulance. Kendaraan tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu membawa tahanan atau narapidana yang harus dilarikan ke rumah sakit.
”Di sini ambulance tidak ada, jadi kalau tahanan sakit, kita bawa pakai kendaraan pribadi pegawai, mau bagaimana lagi, memang tidak ada anggarannya, perhatian pemerintah kabupaten juga tidak ada,” terangnya.
Herdi juga mengatakan, dirinya sudah mengajukan proposal untuk pengadaan CCTV dan bantuan lainnya yang sangat dibutuhkan ke pemerintah ,daerah namun belumn ada respons positif dari Pemkab OKU.
Mengingat penghuni rutan yang saat ini sudah over kapasitas, yakni mencapai 428 penghuni di 6 blok. Termasuk blok anak-anak dan wanita, sedangkan yang berjaga hanya 3 personil Polsuspas ditiap sip jaga. “Kita sangat perlu CCTV, saat ini Rutan Baturaja sudah over kapasitas, setidaknya jika dipasang CCTV dapat mencegah hal yang tak diinginkan terjadi,” jelas pria asli Semendo ini.
Arif, salah satu tahanan kasus narkotika mengaku banyaknya kekurangan di Rutan Baturaja, terutama sulitnya air bersih, “Kami sangat kesulitan air, pihak rutan sudah mengupayakan maksimal, tapi itu juga belum mencukupi,” ujarnya.
Ditambahkan Arif, mewakili para tahanan dan ,narapidana mereka berharap segera ada solusi dari pemerintah daerah untuk membantu mereka yang sedang menjalani hukuman, “Meski kami ditahan, kami juga ingin layak, setidaknya bisa mandi dan beribadah, kalau air saja tidak ada, bagaimana kami beraktifitas,” tandasnya. (yan)











