Berlin, sumselupdate.com – Saat ini sekitar 640.000 orang di Jerman saat ini memiliki lisensi untuk membawa pistol gas (airsoft gun). Jumlah ini lebih banyak sekitar 30.000 dibandingkan dengan akhir tahun lalu, demikian menurut survei surat kabar Rheinische Post.
Bila dibandingkan dengan tahun 2014 jumlah ini meningkat sangat pesat. Saat itu hanya sekitar 260.000 orang memiliki lisensi untuk membawa senjata semacam itu.
Kepala serikat polisi terbesar di Jerman GdP Oliver Machiw mengatakan, statistik baru ini mengungkapkan adanya “perasaan tidak aman yang diam-diam tersembunyi” dalam masyarakat.
“Setidaknya sejak terjadinya insiden di dekat katedral Köln pada Malam Tahun Baru 2015, orang-orang tampaknya merasa semakin tidak aman,” kata Oliver Malchow, merujuk pada insiden malam tahun baru di kota Köln, ketika belasan pria muda asal Afrika Utara melecehkan dan mencopet orang-orang yang sedang merayakan pergantian tahun. Setelah kejadian itu, ada lonjakan pengajuan izin untuk membawa senjata.
Lisensi untuk memiliki pistol gas disebut Kleiner Waffenschein (“izin membawa senjata kecil”) dan relatif mudah diperoleh. Izin ini biasanya bisa diperoleh siapa saja yang berusia di atas 18 tahun, tidak pernah dihukum pidana serius sebelumnya, dan yang dianggap “sehat secara fisik dan mental.”
Izin ini memungkinkan orang untuk memiliki dan membawa pistol gas yang dapat mengeluarkan suara tembakan dengan keras di depan umum. Kalau hanya untuk memilikinya, tidak dibutuhkan lisensi. Tapi orang tidak boleh membawa pistol itu dan hanya boleh menyimpannya di rumah. (adm3/dtc)











