Kesal Handphonenya Rusak, Seorang Pria Tembakkan Airsoft Gun di Internasional Plaza Palembang

Selasa, 27 September 2022
Kapolsek IT I Palembang, Kompol Ginanjar Alya Sukmana saat rilis tersangka.

Laporan: Candra Budiman

Palembang, Sumselupdate.com – Kesal handphone kesayangannya rusak setelah diperbaiki di konter milik korban Nofi Hardi (47) di Internasional Plaza (IP) Mall yang beralamat di Jalan Sudirman, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang. Membuat Angga (32) warga Desa Cengal, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, nekat menembakkan airsoft gun satu kali ke atas yang disertai pemukulan terhadap korban.

Read More

Peristiwa itu terjadi kepada korban warga Jalan Musi Raya IV, Kecamatan IT I Palembang, di dalam mal IP lantai dasar, pada Senin (26/9/2022) sekitar pukul 20.30 WIB.

Atas ulahnya pelaku pun langsung diamankan anggota Polsek IT I Palembang, setelah menerima laporan dari keamanan IP Mal Palembang, dan langsung menggiring pelaku bersama barang bukti airsoft gun ke Mapolsek IT I Palembang.

Kapolsek IT I Palembang, Kompol Ginanjar Alya Sukmana, mengatakan kejadian ini bermula saat pelaku memperbaiki handphone-nya di konter milik korban di TKP.

“Namun karena tidak puas, karena dari keterangan pelaku ke kita, bahwa software ponselnya sudah diganti,” ungkap Kompol Ginanjar, saat press release pada Selasa (27/9/2022).

Pelaku yang kesal hingga terjadi cekcok mulut antara pelaku dan korban, disertai terjadinya tembakan ke atas oleh pelaku satu kali menggunakan airsoft gun, dan pemukulan terhadap korban di bagian kepala.

“Atas ulahnya pelaku kita kenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun,” tegas Ginanjar.

Di tempat yang sama, pelaku Angga mengakui perbuatannya telah menembakkan airsoft gun satu kali, yang disertai pemukulan terhadap korban.

“Saya emosi karena handphone itu sebelum di konter itu bagus, tapi setelah diservis handphone rusak. Padahal hanya minta memperbaiki lupa password handphone Iphone saja,” terangnya.

Pelaku Angga juga mengaku bahwa airsoft gun tersebut dibelinya seharga Rp 4,5 juta di Perbakin dan telah memilikinya lima bulan terakhir. “Saya membeli itu karena untuk berjaga diri saja, karena di daerah saya banyak begal dan baru satu kali itulah saya gunakan,” tutupnya menyesal. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts