Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Kasus penyebaran virus Corona atau Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia masih terus terjadi.
Kondisi ini bisa terjadi menurut politisi Partai Gerindra Kota Pagaralam, Hj Dessy Siska, SE lantaran kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan masih rendah, sehingga kasus Covid-19 akan selalu menjadi ancaman.
“Dari hasil pengamatan sementara, saya melihat masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun. Padahal masalah Covid-19 hingga kini obat maupun vaksinnya belum ditemukan,” kata Wakil Ketua I DPRD Pagaralam kepada Sumselupdate.com, Selasa (28/7/2020).
Menurut dia, dengan usainya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kebiasaan Baru, dan kemudian dimulai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), masyarakat menilai seakan sudah kembali pada kondisi normal. Sehingga protokol kesehatan mulai longgar di masyarakat.
“Saat ini Pagaralam masuk dalam zona kuning, namun masyarakat tetap harus memperhatikan protokol kesehatan. Sampai pandemi Covid-19, telah dinyatakan selesai oleh pemerintah atau pihak terkait,” ujarnya.
Terkait adanya sanksi denda bagi masyarakat yang tidak memakai masker, menurut Dessy Siska, tidak akan optimal diterapkan jika pengawasan terkhusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam masih lemah.
“Pengawasan pemerintah dan kesadaran masyarakat yang harus ditingkatkan sebagai kunci utama karena sejauh ini masih lemah. Kita melihat bagaimana masyarakat masih ada yang tidak memakai masker atau tidak melakukan jaga jarak,” ujarnya.
Ditambahkannya, sosialisasi dan edukasi terkait protokol kesehatan harus terus diupayakan, sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.
“Poin utamanya kesadaran akan protokol kesehatan di tengah masyatakat yang perlu terus ditingkatkan,” tandasnya. (**)











